Reli Saham BUVA Berlanjut, Happy Hapsoro Suami Puan Divestasi 483 Juta Saham

Karunia Putri
15 September 2025, 11:45
Saham
Dokumentasi Alila Uluwatu
Alila Uluwatu yang dikelola BUVA. Happy Hapsoro akan menjadi calon pengendali baru dengan masuk melalui aksi korporasi private placement.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Reli saham emiten milik Hapsoro Sukmonohadi atau lebih dikenal sebagai Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berlanjut. Pada perdagangan sesi pertama hari ini Senin (15/9) pukul 10.20 WIB harga saham BUVA menguat 2,20% atau 8 poin ke level 372 psecara intraday.

Sebelumnya harga saham BUVA juga tercatat naik 7,69% atau 26 poin pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (12/9). Apabila menilik ke belakang, saham milik suami Ketua DPR RI Puan Maharani ini telah melonjak signifikan, yakni 362,34% selama tiga bulan terakhir dan terbang 513,79% sejak awal tahun.

Kenaikan harga saham berbanding terbalik dengan Happy Hapsoro yang mengurangi pemilikan saham. Suami Ketua DPR Puan Maharani itu tercatat melakukan divestasi sebanyak 483 juta lembar saham BUVA selama periode 10-11 September 2025. Melalui aksi pelepasan saham tersebut, persentase hak suara Hapsoro dalam BUVA tergerus 2,35%.

Merujuk keterbukaan informasi yang disampaikan BUVA kepada Bursa Efek Indonesia, Hapsoro tercatat telah melepas sahamnya berangsur selama dua hari berturut-turut. Pada periode 10 September, ia menjual sebanyak 150 juta saham BUVA dengan nilai Rp 200 per saham. Ia kemudian berhasil mengantongi Rp 30 miliar dari aksi tersebut.

Kemudian keesokan hari, ia kembali menjual sebanyak 333.333.334 saham BUVA di harga Rp 300 per saham. Hapsoro kemudian meraup dana sebesar Rp Rp 100 miliar.

Jika dikalkulasikan, Hapsoro telah menjual sebanyak 483,33 juta saham BUVA dan meraup dana sebesar Rp 130 miliar. Saat ini, dia masih menggenggam sebanyak 1,14 juta saham BUVA dari sebelumnya menggenggam sebanyak 1,62 juta saham.

BUVA Perkuat Modal Usaha, Laksanakan Right Issue Incar Dana Rp 603 Miliar

Emiten perhotelan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) berencana menambah modal melalui aksi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) I atau rights issue

Dalam aksi ini, BUVA bakal menawarkan sebanyak 4.026.581.429 saham baru atau setara dengan 16,36% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Total dana yang diincar perusahaan dari aksi ini mencapai Rp 603,98 miliar.

Pemegang saham utama dan pengendali BUVA, PT Nusantara Utama Investama (NUI) yang menguasai 67,02% saham perseroan, akan mendapatkan 2,69 miliar HMETD dan telah menyatakan komitmen untuk menyerap seluruh haknya.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada 10 September, Hapsoro yang saat itu tercatat menggenggam 7,91% atau sekitar 1,62 miliar saham BUVA, akan menerima 318,56 juta HMETD. Seluruh hak tersebut akan dialihkan kepada NUI. 

"NUI menyatakan bahwa NUI berkomitmen untuk melaksanakan seluruh HMETD tersebut dan NUI memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan seluruh HMETD tersebut yang diperoleh dari Hapsoro," kata manajemen BUVA.

Manajemen juga menyatakan, para pemegang saham yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru maka persentase kepemilikan akan terdilusi maksimal hingga 16,36%.

Adapun dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk dua tujuan utama. Sekitar Rp 175 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi 55% saham PT Bukit Permai Properti dari PT Summarecon Bali Indah dan PT Bali Indah Development. Kemudian sisanya akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha utama perseroan atau perusahaan anak dalam bisnis perhotelan di daerah Pecatu, Bali.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...