Sinyal Baru Emiten Migas Grup Bakrie (ENRG), Cek Prospek Saham dan Kinerja Usaha

Ira Guslina Sufa
16 September 2025, 07:19
Saham
Energi Mega Persada
Energi Mega Persada
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) memperoleh peringkat Medium Risk atas kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) dari lembaga internasional Morningstar Sustainalytics. Direktur Utama ENRG, Syailendra S Bakrie mengatakan pencapaian ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam meningkatkan standar keberlanjutan di sektor energi. 

Syailendra mengatakan hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa perseroan memiliki tingkat risiko sedang dalam menghadapi potensi dampak lingkungan, sosial, maupun tata kelola terhadap keberlanjutan bisnisnya. Pada saat bersamaan ENRG juga memperoleh rating A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO dengan merujuk kinerja keuangan perseroan pada semester I.

“Perseroan saat ini menempati peringkat ke 12 dari 276 perusahaan minyak dan gas dunia yang menegaskan kemajuan EMP dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional," ujar Syailendra seperti dikutip Selasa (16/9).

EMP menegaskan bahwa perusahaan tetap fokus menjaga praktik bisnis yang berkelanjutan, termasuk melalui efisiensi energi, penerapan tata kelola yang transparan, serta kontribusi sosial bagi masyarakat di wilayah operasional.

Pada perdagangan Senin (15/9), harga saham ENRG melanjutkan penguatan dengan kenaikan 5,74% atau 35 poin menjadi Rp 645. Kenaikan tersebut terjadi seiring dengan rilis laporan keuangan Energi Mega yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang semester pertama 2025. 

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, hsecara year to date, atau dikalkulasikan sejak awal tahun, saham ENRG telah melesat 166%. Lonjakan harga signifikan terjadi tiga bulan terakhir, di mana saham ENRG telah melonjak sebesar 182,41%. 

Energi Mega Persada merupakan perusahaan dalam konglomerasi Grup Bakrie yang bergerak di bidang hulu migas dan beroperasi di Indonesia dan Mozambik. Keluarga Bakrie menjadi pengendali ENRG lewat PT Shima Global Kapital dengan kepemilikan saham 15,9%. Pemegang saham mayoritas lainnya adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dengan kepemilikan 22,5%

Berdasarkan pantauan Katadata, sejak akhir Mei, perseroan gencar melakukan berbagai aksi korporasi seperti menambah 25% partisipasi interest di Kontrak kerja Sama Kangean dari Japan Petroleum Exploration Co., Ltd. (JAPEX). Aksi lainnya dengan membentuk kerja sama strategis bersama JAPEX untuk mempercepat pembangunan Blok Gas Gebang di Sumatera Utara.

Perseroan juga melaksanakan aksi korporasi untuk menambah modal usaha dengan melangsungkan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) atau private placement. Melalui aksi tersebut, perseroan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 1,17 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga pelaksanaan Rp 288 per saham.

Penguatan harga saham juga terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak global yang meningkat 1,42% ke harga US$ 69 per barrel pada perdagangan Selasa (2/9) setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan aliran pendapatan minyak Iran.

Kinerja Keuangan dan Prospek Saham ENRG

Sentimen penguatan harga saham ENRG juga berasal dari laporan keuangan semester pertama 2025 perseroan yang membukukan laba bersih sebesar US$ 35,72 juta atau sekitar Rp 579,85 miliar. Torehan tersebut tumbuh 6,53% dibandingkan laba bersih perseroan pada semester yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 33,53 juta.

Adapun penjualan neto perseroan juga meningkat menjadi US$ 239,11 juta dari US$ 201,89 juta secara year on year (yoy). Beban penjualan pun ikut menebal seiring dengan pertumbuhan pendapatan tersebut. Beban penjualan naik menjadi US$ 154,60 juta dari US$ 137,26 juta secara yoy.

Retail Research Analyst CGS Sekuritas, Andrian Alamsyah Saputra mengatakan saham ENRG diperkirakan akan melanjutkan penguatan dengan level resistance di Rp 625-640. Sementara level support berada di Rp 595-580 dengan target harga terdekat di Rp 625-640.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

“Saya juga melihat stochastic yang terlihat adanya momentum golden cross sehingga hopefully harga ENRG masih peluang untuk lanjut menguat,” katanya.





Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...