Bank Mandiri Beri Bocoran Dividen Tahun 2025, Masih Menarik Meski Laba Turun?

Agustiyanti
19 September 2025, 16:08
Bank mandiri, dividen, yield dividen, imbal hasil dividen
Bank Mandiri
Bank Mandiri memenangkan Cloudera APAC Award 2025 berkat inovasi AI di Livin\' by Mandiri.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatakan penurunan laba bersih sebesar 7,5% secara tahunan menjadi Rp 24,5 triliun pada semester I 2025. Meski kinerja laba lesu, BMRI berupaya menjaga rasio pembayaan atau pay out ratio dividen sebesar 60% dari laba bersih. 

"Kombinasi dari pertimbangan kesehatan atau kebutuhan permodalan, ekspansi bisnis, termasuk juga aspirasi dari pemegang saham untuk memberikan imbal hasil yang optimal adalah menghasilkan rencana dividen payout ratio yang secara jangka panjang kami jaga di kisaran 60%," ujar Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Novita Anggraini dalam konferensi pers, Jumat (19/8). 

Namun demikian, Novita menegaskan bahwa penetapan rasio pembayaran dividen akan sangat bergantung pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).  “Setiap usulan ataupun setiap rencana hasil dari jumlah dari dividend payout ratio sangat bergantung dari keputusan hasil RUPS,” kata Novita.

Adapun ketika ditanya terkait kemungkinan pembagian dividen interim. Novita mengatakan, pihaknya membuka peluang tersebut. “Jadi opsinya ada. Namun sampai dengan saat ini, kami masih belum ada rencana spesifik terkait itu," kata Novita.

Bank Mandiri membagikan dividen pada tahun ini mencapai Rp 43,5 triliun atau Rp 466,18 per saham yang berasal dari laba tahun buku 2024. Dividen ini mencapai 78% dari laba bersih yang diperoleh perusahaan pada tahun lalu.

Adapun rasio dividen Bank Mandiri tahun buku 2023 dan 2023 tercatat lebih rendah yakni sebesar 60% dari laba bersih. Dari laba tahun 2023, BMRI membagikan Rp 33,03 triliun atau setara Rp 328,73 per saham. Sedangkan dari laba 2022, BMRI membagikan dividen Rp 24,7 triliun atau Rp 529,34 per saham.

Laba BMRI, Kinerja Saham, dan Potensi Yield Dividen

BMRI membukukan laba bersih secara konsolidiasian pada semester I 2025 sebesar Rp 24,45 triliun, turun 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 26,55 triliun. Kinerja laba turun meski penyaluran kredit dan pembiayaan Bank Mandiri tumbuh 11% menjadi Rp 1.696,2 triliun, di atas rata-rata industri yang hanya mencapai 7,7%.

Adapun BMRI tercatat masih membukukan pertumbuhan laba sebesar 3,89% pada kuartal I 2025 menjadi Rp 13,87%.  Hingga Maret 2025, pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 16,5%.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, pendapatan bunga BMRI sepanjang semester I 2025 tercatat naik 12,9% menjadi Rp 81,87 triliun. Namun, beban bunga naik lebih tinggi mencapai 37% menjadi Rp 23,14 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih hanya naik 6,7% menjadi Rp 53,38 triliun. 

Bank Mandiri juga mencatatkan kenaikan pada beban operasional lainnya yang mencapai 40% menjadi Rp 19 triliun. Kenaikan terutama terjadi pada beban lainnya yang naik dari Rp 13,09 triliun menjadi Rp 18,12 triliun. Sedangkan beban biaya pencadangan atau impairment  tercatat turun dari Rp 6,91 triliun menjadi Rp 6,28 triliun. 

Harga saham BMRI ditutup turun 0,9% ke level 4.380 pada perdagangan hari ini. Harga sahamnya telah turun 9,86% dalam sebulan terakhir atau 23,16% sejak awal tahun.

Jika mengacu harga saham hari ini dan besaran dividen tahun lalu, imbal hasil dividen BMRI dapat mencapai 10,64%. Namun, yield dividen tersebut akan bergantung pada harga saham yang dibeli investor dan dividen yang akan dibagikan BMRI.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...