Anomali Gerak Saham MBMA, Nyaris Sentuh ARA Saat Laba Usaha Susut 71%

Karunia Putri
26 September 2025, 11:56
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Dokumentasi perseroan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Cucu usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan laba bersih sebesar US$ 5,85 juta atau setara Rp 94,98 miliar sepanjang periode Januari - Juni 2025.  Capaian itu susut jauh dibanding laba bersih pada periode sama 2024. 

Merujuk laporan keuangan perseroan, laba bersih emiten yang bergerak di industri pertambangan nikel tersebut anjlok 71,30% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun 2024 sebesar US$ 20,39 juta. Kendati demikian, harga saham MBMA justru melaju hingga naik 25% pada perdagangan sesi pertama Jumat (26/9).

Penurunan laba tersebut sejalan dengan pendapatan MBMA yang tergerus 31,89% menjadi US$ 627,70 juta dari US$ 921,64 juta secara tahunan atau year on year (yoy). Bila menilik sumber pendapatannya, cuan MBMA sepanjang semester I 2025 berasal dari penjualan pihak ketiga. 

Untuk penjualan nikel nikel pig iron tercatat sebesar US$ 381,38 juta, turun 20,45% dari tahun sebelumnya yakni US$ 479,50 juta. Selanjutnya segmen nikel matte sebesar US$ 144,08 juta dari US$ 386,70 juta secara yoy dan pendapatan dari bijih nikel limonit sebesar Rp 74,40 juta dari US$ 55,44 juta secara tahunan.

Di sisi lain MBMA tercatat menurunkan beban pokok pendapatan perseroan menjadi US$ 578,37 dari US$ 858,47 secara yoy. Seiring dengan pengumuman amblasnya laba bersih MBMA, harga sahamnya justru melejit. Harga sahamnya telah melesat 40,24% selama satu bulan terakhir.

MBMA adalah cucu usaha Merdeka Copper Gold yang bergerak di bidang pengolahan nikel. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini memiliki tambang nikel di Konawe dan fasilitas pengolahan nikel di Morowali.

Merujuk data perusahaan MDKA menggenggam s50,04% saham MBMA diikuti Huayong International Limited 7,55% dan PT Alam Permai sebanyak 5,46%. Sementara masyarakat menggenggam 34,91% saham. 





Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...