Antam (ANTM) Suntik Rp 2,6 T ke Anak Usaha untuk Bangun Smelter Nikel di Maluku

Nur Hana Putri Nabila
1 Oktober 2025, 13:07
aneka tambang, antam, nikel, smelter nikel
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)menyetor modal jumbo ke entitas afiliasinya, PT Feni Haltim (PT FHT) senilai US$ 159,64 juta atau setara Rp 2,63 triliun.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, manajemen Antam menjelaskan bahwa transaksi penyertaan modal ke PT Feni Haltim dilakukan untuk mendukung pembangunan pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan kawasan industri di Buli, Maluku Utara. Proyek ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam mendorong hilirisasi nikel.

Antam juga menjelaskan bahwa kepemilikan 40% saham di PT FHT berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap laba perseroan setelah pabrik RKEF dan kawasan industri mulai beroperasi.

“Transaksi dilaksanakan pada tanggal 30 September 2025,” tulis Manajemen Antam, Rabu (1/10). 

Menurut Antam, hiliriasi ini turut memperkuat posisi industri nasional di tengah tren global kendaraan listrik electric vehicle (EV). Sebagai langkah strategis, Antam tengah engembangkan ekosistem baterai terintegrasi di kawasan industri energi baru Feni Haltim (FHT) di Halmahera Timur.  

Proyek yang terdiri dari lima subproyek ini tidak hanya berfokus pada investasi, tetapi juga bentuk komitmen Antam dalam memperkuat rantai nilai nikel dan baterai kendaraan listrik di dalam negeri. 

Antam saat ini tengah menggarap pembangunan smelter nikel pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) bersama konsorsium Ningbo Contemporary Brun Lygend (CBL), yang terdiri dari raksasa baterai Cina seperti Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dan Brand & Legend, 

Perusahaan saat ini memegang 40% saham dan nilai proyek ini mencapai sekitar US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 23,03 triliun.  

Konstruksi smelter ini dirancang mampu memproduksi 88 ribu ton nickel pig iron (NPI) sebanyak per tahun. Proyek RKEF telah juga melewati tahap groundbreaking pada akhir Juni lalu dan jadwal konstruksi pabrik pun akan dimulai sekitar akhir September atau Oktober 2025. 

“Ini sejalan konsisten dengan rencana timeline di mana penyelesaian konstruksi dijadwalkan di akhir 2026 dan commissioning dilakukan di tahun 2027,” kata Arianto. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...