Bocoran Kinerja Kuartal 3 CIMB Niaga (BNGA), Emiten Koleksi Lo Kheng Hong

Agustiyanti
7 Oktober 2025, 11:58
Bank CIMB Niaga
Fauza Syahputra|Katadata
Bank CIMB Niaga mencatatkan, laba bersih hingga semester I tahun 2025 sebesar Rp 3,45 triliun, naik 1,47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,40 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank CIMB Niaga Tbk memproyeksi laba bersih pada kuartal ketiga tahun ini tumbuh positif meski penyaluran kredit melambat. Daya beli yang masih lesu menjadi tantangan bagi kinerja perbankan. 

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menjelaskan, tak mudah bagi bank untuk membukukan pertumbuhan laba dalam kondisi saat ini. Namun, pihaknya masih berhasil mencatatkan kinerja yang positif hingga kuartal ketiga tahun ini. 

"Kami belum publikasikan kinerja kuartal ketiga, tapi balance sheet kuartal ketiga tumbuh positif meski pertumbuhan kredit masih lebih rendah dibandingkan industri," ujar Lani di Jakarta, seperti dikutip Selasa (7/10). 

Ia menjelaskan, penyaluran kredit diperkirakan tumbuh sekitar 4,5%, lebih rendah dibandingkan industri yang berada di kisaran 6% hingga 7%. Di sisi lain, Lani mencatat kinerja dana pihak ketiga cukup baik, dengan pertumbuhan dana murah atau CASA (Current Account Savings Account) tumbuh 11%. 

"Likuiditas di pasar sudah mulai longgar dan persaingan bunga seharusnya bisa lebih rasional. Kami lihat dua bulan terakhir biaya dana tidak ada kenaikan lagi meski tidak  turun tajam," kata Lani.

Ia menilai, penempatan dana pemerintah ke Bank Himara turut membantu kondisi likuiditas. Hal ini mendorong persaingan suku bunga dana pihak ketiga mereda. "Kalau hingga kuartal keempat biaya dana bisa turun, semoga bunga kredit juga bisa ikut turun." ujar Lani.

Lani juga menjelaskan, CIMB Niaga kini tak hanya berfokus untuk mengejar pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII). Pihaknya dalam dua tahun terakhir lebih fokus untuk meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee

"Fee to income ratio kami saat ini tinggi di kisaran 30% hingga 31%. NII memang tetap besar, tetapi ketergantungan terhadap ini harus dapat dinetralisasi," kata dia.

Hal tersebut, menurut dia, seiring dengan tren margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) di perbankan yang terus menurun. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, rata-rata NIM perbankan mencapai 4,6% pada semester I 2025.

Kinerja CIMB Niaga Semester I 2025

CIMB Niaga mencatatkan, laba bersih hingga semester I tahun 2025 sebesar Rp 3,45 triliun, naik 1,47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,40 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bunga dan syariah bersih turun tipis dari Rp 6,65 triliun menjadi Rp 6,62 triliun. Sedangkan beban operasional bersih perusahaan juga turun tipis dari Rp 2,29 triliun menjadi Rp 2,19 triliun. 

CIMB Niaga mencatatkan kredit dan pembiayaan syariah pada semester I 2025 naik 6,8% secara tahunan menjadi Rp 231,8 triliun. Penyaluran kredit didorong oleh segmen korporasi yang tumbuh 9,3%, UKM naik 7,3%, dan konsumer naik 4,7%.  

Di sisi lain, dana pihak ketiga tumbuh 4,8% secara tahunan menjadi Rp 261,9 triliun. Pertumbuhan DPK didorong oleh dana murah yang naik 10,9% secara tahunan sehingga porsinya membaik menjadi 69% dari total DPK.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, mayoritas saham CIMB Niaga saat ini dimiliki oleh CIMB Group SDN BHD dengan kepemilikan mencapai 91,45%. Selain itu, terdapat sejumlah investor lainnya, termasuk investor kawakan Lo Kheng Hong yang diketahui menggenggam 45,8 juta saham CIMB atau setara 0,18%.

Harga saham CIMB Niaga pada perdagangan sesi I hari ini naik 0,29% ke level Rp 1.700. Namun sepanjang tahun ini, harga sahamnya terkoreksi 1,73%. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Metta Dharmasaputra

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...