Taktik Blue Bird (BIRD) Menangkan Persaingan di Tengah Sengitnya Bisnis Taksi
PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus memperkuat posisinya melalui ekspansi armada di tengah semakin sengitnya bisnis taksi di dalam negeri. Perusahaan telah menggelontorkan belanja modal Rp 1,2 triliun atau 75% dari target tahun ini untuk menambah sekitar 1.500 armada.
Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono menjelaskan, perseroan akan terus strategi ekspansi baik taksi, non-taksi hingga penambahan area operasional. Adapun penamahan 1.500 armada mencakup layanan taksi dan nontaksi yang merupakan tambahan unit maupun peremajaan.
“Ada penambahan dan ada peremajaan, tergantung divisinya,” kata Adrian ketika ditemui Katadata usai sesi talkshow Wealth Wisdom 2025 yang digelar Permata Bank, Selasa (7/10).
BIRD mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,6 triliun pada tahun ini dan telah menyerap sebesar 75% dari target.
Adrian menyampaikan, BIRD tengah mempercepat transformasi bisnis sebagai penyedia layanan mobilitas terpadu atau mobility as a service. “Kami memang bernama Blue Bird Tbk, tapi isinya bukan hanya taksi. Kami ingin melayani lebih banyak jenis kebutuhan mobilitas pelanggan,” katanya.
Manuver Blue Bird di Bisnis Nontaksi
Saat melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 2014, menurutd ia, sekitar 90% pendapatan Blue Bird masih berasal dari layanan taksi. Namun kini, kontribusi pendapatan dari segmen tersebut terus menurun, meskipun secara nominal tetap tumbuh.
“Taksinya masih terus tumbuh, tetapi pertumbuhan kami di luar bisnis taksi justru lebih cepat. Kami melihat peluang besar karena kehadiran kami di pasar non-taksi masih relatif kecil. Jadi, kami sedang bertumbuh di area itu,” katanya.
Manuver ini, menurut Adrian, dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Blue Bird juga telah bertransformasi dengan memanfaatkan platform digital agar seluruh produknya dapat terintegrasi.
"Kami ingin semua produk bisa diakses melalui satu platform, bisa dibayar dengan berbagai metode, dan tidak hanya menggunakan kanal milik kami sendiri,” ujarnya.
Kinerja Kinclong Laba Blue Bird
Merujuk laporan kinerja perusahaan semester pertama 2025, BIRD mencatatkan laba bersih sebesar Rp 335,44 miliar., naik 27,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 263,01 miliar.
Kenaikan laba ditopang pendapatan BIRD yang meningkat dari Rp 2,32 triliun menjadi Rp 2,66 triliun dari Rp 2,32 triliun. Pendapatan perseroan diperoleh dari bisnis taksi sebesar Rp 1,85 triliun dan nontaksi sebesar Rp 811,13 miliar.
Di sisi lain, beban pokok BIRD juga menebal dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 1,78 triliun.
Adrian masih enggan membocorkan proyeksi laba bersih pada tahun ini. Namun, ia memastikan capaian laba tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
