Siasat Samator Gas (AGII) Dongkrak Kinerja 2025, Sahamnya Melesat 165%

Karunia Putri
14 Oktober 2025, 11:54
samator indo gas, samator gas, AGII
PT Samator Indo Gas Tbk/Katadata
Emiten gas PT Samator Indo Gas Tbk (AGII).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten produsen gas industri dan medis, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) membeberkan sejumlah rencana strategis perusahaan untuk mendongkrak kinerja keuangan hingga akhir tahun. Perusahaan akan menyelesaikan pembangunan dua pabrik di Batam hingga memperluas basis pelanggan di berbagai sektor.

Dalam paparan publik yang digelar kemarin (13/10), manajemen AGII menyampaikan bahwa dua pabrik baru di Batam, Kepulauan Riau akan  rampung pada akhir tahun ini. Setelah konstruksi selesai, kedua fasilitas tersebut akan memasuki tahap commissioning atau uji coba menyeluruh sebelum beroperasi secara komersial.

“Pada akhir 2025, kami berencana memulai commissioning dua pabrik di Batam, yaitu Liquefaction Plant dan Nitrogen On-Site Plant untuk salah satu pelanggan kami,” ujar manajemen AGII dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (14/10).

Manajemen menjelaskan,  belum memiliki rencana tambahan untuk membangun pabrik baru dalam waktu dekat. Fokus AGII saat ini adalah memaksimalkan kapasitas produksi dari fasilitas yang sudah ada. Saat ini, perseroan memiliki 58 pabrik yang tersebar di 29 provinsi, yang dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gas industri di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi pertumbuhan bisnis, AGII menargetkan penjualan tumbuh 2–2,5 kali lebih cepat dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pertumbuhan tersebut akan dikejar melalui dua strategi, yakni secara organik, lewat akuisisi pelanggan baru, pengembangan produk, dan penambahan varian di filling stations yang sudah beroperasi. Kemudian secara anorganik, melalui peluang ekspansi atau sinergi strategis dengan pihak lain.

Selain itu, perseroan juga berupaya menjaga efisiensi dengan menekan biaya operasional. Upaya ini dilakukan melalui pengurangan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah (non value added activities), penundaan pengeluaran yang tidak mendesak, serta penyederhanaan proses lewat sentralisasi dan otomatisasi.

Harga saham AGII melonjak 165,31% atau 1.215 poin dalam sebulan terakhir ke level 1.950. Sementara itu, harga sahamnya telah naik 39,29% sejak awal tahun.

Perdagangan saham AGII kini sedang dihentikan sementara atau disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia sejak 9 Oktober lalu. Bursa memandang, seiring dengan peningkatan harga kumulatif terhadap saham AGII, maka perlu dilakukan suspensi untuk melindungi investor pasar modal.

“PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 9 Oktober 2025 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono dikutip Selasa (14/10).

Kinerja AGII Sepanjang Semester Pertama 2025

Sepanjang semester pertama 2025, AGII membukukan laba bersih sebesar Rp 22,60 miliar. Angka tersebut anjlok 65,66% dibandingkan laba bersih semester pertama 2024 sebesar Rp 65,83. Kendati demikian, AGII mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 1,41 triliun dari Rp 1,38 triliun pada periode yang sama secara tahunan atau year on year (yoy).

Adapun penurunan laba bersih terjadi akibat menebalnya sejumlah beban perseroan. Beban pokok pendapatan perseroan menebal menjadi Rp 774,05 miliar dari Rp 747,69 miliar. Beban penjualan perseroan tercatat juga naik menjadi Rp 286,22 miliar dari Rp 247,75 miliar.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 170,64 miliar dari Rp 166,70 miliar serta beban keuangan naik menjadi Rp 164,44 miliar dari Rp 155,19 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...