Rugi Waskita (WSKT) Menebal Jadi Rp 3,2 Triliun di Kuartal III, Apa Pemberatnya?

Karunia Putri
15 Oktober 2025, 11:34
Waskita
Dok Waskita Karya
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten pelat merah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan rugi sebesar Rp 3,17 triliun pada kuartal ketiga tahun 2025. Rugi emiten konstruksi ini menebal 5,6% dibandingkan rugi perseroan pada kuartal ketiga tahun 2024, yakni Rp 3 triliun.

Merujuk laporan keuangan yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia, rugi Waskita berasal dari merosotnya pendapatan perseroan sepanjang periode Januari sampai September 2025 tahun ini. Waskita mencatatkan pendapatan turun menjadi Rp 5,28 triliun dari Rp 6,78 triliun pada periode yang sama secara tahunan atau year on year (yoy).

Bila menilik rincian pendapatan Waskita sepanjang tahun ini sampai dengan September 2025, perseroan mengalami penurunan pendapatan hampir di seluruh segmen usaha. Seperti pendapatan jasa konstruksi turun menjadi Rp 3,76 triliun dari Rp 4,75 triliun pada kuartal ketiga tahun 2024 lalu. 

Lalu segmen penjualan precast turun menjadi Rp 506,58 miliar dari Rp 923,07 miliar secara yoy, segmen pendapatan jalan tol naik tipis menjadi Rp 859,39 miliar dari Rp 834,62 miliar secara yoy dan segmen pendapatan properti turun menjadi Rp 43,88 miliar dari Rp 133,50 miliar secara yoy.

Kemudian, segmen penjualan infrastruktur lainnya turun menjadi Rp 34,03 miliar dari Rp 51,99 miliar secara yoy, segmen pendapatan hotel turun menjadi Rp 70,91 miliar dari Rp 79,87 miliar secara tahunan dan segmen sewa gedung dan peralatan turun menjadi Rp 6,64 miliar dari Rp 8,52 miliar secata yoy.

Seiring dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan juga turun menjadi Rp 4,30 triliun dari Rp 5,78 triliun secara tahunan. 

Emiten Bakrie BNBR Akuisisi Tol Cibitung dari Waskita

Sebelumnya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), emiten milik keluarga Aburizal Bakrie mengakuisisi 90% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), operator jalan tol Cimanggis–Cibitung dari Waskita Karya. Akuisisi ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), sebagai bagian dari rangkaian transaksi senilai total Rp 9,4 triliun. 

“BTI berencana untuk melakukan pengambilalihan atas PT Cimanggis Cibitung Tollways melalui pembelian atas objek transaksi,” tulis manajemen BNBR dalam pengumuman kepada bursa. 

Selain akuisisi saham, skema transaksi juga mencakup pengambilalihan piutang serta pemberian sejumlah pinjaman kepada CCT. Merujuk pengumuman resmi perusahaan, BNBR mengambil alih kepemilikan saham dari dua pemegang saham sebelumnya, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar 55% dan PT Waskita Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT), sebesar 35%.  

Nilai pembelian 90% saham tersebut mencapai Rp 1 triliun. Selain itu, BTI juga akan mengambil alih piutang dari kedua perusahaan terhadap CCT senilai Rp 2,56 triliun.

 Untuk membiayai aksi ini, BTI mengandalkan pinjaman eksternal sebesar US$ 312 juta atau setara Rp 5,15 triliun dari institusi keuangan internasional yang ditunjuk. Pinjaman tersebut dijamin oleh induk usaha, BNBR, serta perusahaan afiliasi PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...