Mayoritas Indeks Wall Street Naik, Ditopang Kinerja Kinclong Dua Bank Raksasa AS

Nur Hana Putri Nabila
16 Oktober 2025, 05:58
Wall Street, saham bank, amerika
Wall Street
Indeks S&P 500 naik 0,4% ke posisi 6.671,06 dan Nasdaq Composite menguat 0,7% ke level 22.670,08. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average nyaris tak bergerak atau turun tipis 17,15 poin atau 0,04% ke level 46.253,31 setelah sempat melonjak lebih dari 400 poin di awal sesi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Mayoritas indeks utama Wall Street ditutup naik pada perdagangan Rabu (15/10), ditopang laporan kinerja keuangan yang solid dari Bank of America dan Morgan Stanley. Optimisme ini berhasil menahan kekhawatiran pasar terkait negosiasi dagang AS–Cina dan potensi penutupan pemerintahan AS.

Indeks S&P 500 naik 0,4% ke posisi 6.671,06 dan Nasdaq Composite menguat 0,7% ke level 22.670,08. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average nyaris tak bergerak atau turun tipis 17,15 poin atau 0,04% ke level 46.253,31 setelah sempat melonjak lebih dari 400 poin di awal sesi. 

Kenaikan pasar ditopang oleh laporan laba yang lebih baik dari perkiraan. Harga saham Bank of America naik 4,4%, sedangkan Morgan Stanley melonjak 4,7%.

“Bank-bank besar berhasil melampaui ekspektasi laba dan pendapatan, menunjukkan ekonomi masih kuat. Jika ditambah peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed di akhir bulan ini, sentimen investor makin positif,” ujar Sam Stovall, Kepala Strategi Investasi CFRA Research, dikutip CNBC pada Kamis (16/10).

Meski demikian, volatilitas pasar tetap tinggi di tengah meningkatnya ketegangan global. Indeks Volatilitas Cboe (VIX) ditutup di level 20,6, sempat menembus 21,6 pada pekan lalu dan tertinggi sejak akhir Mei. Harga saham Nvidia sempat menguat hingga 2,7% tetapi akhirnya ditutup turun tipis 0,1%.

Sehari sebelumnya, S&P 500 sempat terkoreksi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam embargo minyak goreng terhadap Cina dan kemungkinan tarif tambahan 100% bagi produk impor asal negeri tersebut. Langkah ini merupakan respons atas kebijakan ekspor ketat Cina terhadap mineral tanah jarang.

Meski perang dagang terus memanas, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memastikan negosiasi antara kedua negara tetap berlangsung intensif. “Kami tidak bernegosiasi karena pasar saham turun, ami bernegosiasi karena kami ingin melakukan yang terbaik bagi perekonomian AS.” ujar Bessent dalam wawancara eksklusif di Forum Invest in America CNBC. 

Di sisi lain, penutupan sebagian pemerintahan AS yang telah memasuki minggu ketiga menambah ketidakpastian di pasar. Kondisi ini membuat publikasi data ekonomi penting dari lembaga-lembaga federal tertunda tanpa batas waktu sehingga pelaku pasar kekurangan panduan untuk mengambil keputusan.

Menurut Jose Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, investor masih berhati-hati untuk mendorong indeks saham ke level tertinggi baru. Mereka menunggu hasil laporan laba berikutnya serta sinyal lebih lanjut dari Washington dan Beijing.

“Volatilitas yang tetap tinggi menunjukkan potensi pergerakan tajam ke arah mana pun, pelaku pasar masih mencari katalis besar yang dapat memengaruhi sentimen dan perilaku pengambilan risiko” ujar Torres.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...