Garuda (GIAA) Gelar RUPSLB Lagi Usai Ganti Dirut, Apa Rencana yang Disiapkan?

Nur Hana Putri Nabila
22 Oktober 2025, 13:53
Garuda Indonesia
Katadata
Garuda Indonesia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bakal menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat digelar pada pada November 2025 mendatang tak berselang lama dari RUPSLB sebelumnya pada Rabu (15/10). 

Manajemen Garuda Indonesia mengatakan dalam agenda acara tersebut  perusahaan bakal mengambil persetujuan atas peningkatan modal melalui mekanisme private placement atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

"Mata acara ini merupakan tindak lanjut atas keputusan RUPSLB 30 Juni 2025 mengenai persetujuan rancangan restrukturisasi dalam rangka Penyehatan GIAA," ucap manajemen Garuda Indonesia dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (22/10).

Mata acara kedua adalah GIAA bakal melakukan pengalihan kekayaan bersih lebih dari 50%. Pengalihan kekayaan bersih ini mencakup pemindahtanganan dan penghapusbukuan aset pesawat, aset unused pesawat, hingga Low Value Asset (LVA) dan Unit Load Device (ULD).

 Adapun mata acara ketiga, persetujuan pelimpahan kewenangan pengalihan kekayaan Garuda Indonesia. Terakhir, persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Garuda Indonesia.

Garuda (GIAA) Bakal Disuntik Danantara

Sebelumnya, PT Danantara Asset Management (DAM) akan menyuntikkan modal kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melalui penambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai US$ 1,84 miliar atau setara Rp 30,31 triliun. Tambahan modal ini akan menyebabkan delusi terhadap kepemilikan saham publik hingga mencapai 81,7%.  

Danantara tercatat sebagai pemegang saham terbesar di GIAA dengan kepemilikan sebanyak 59,03 miliar saham atau setara dengan 64,54% dari total saham yang beredar. Sedangkan pemerintah, bertindak sebagai pengendali dengan dengan kepemilikan sebanyak 1 saham.  

Di sisi lain, saham Garuda Indonesia yang digenggam publik atau masyarakat mencapai 25,12 miliar atau sebesar 27,46% dari total saham yang beredar. Dalam prospektus yang diterbitkan Garuda Indonesia di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Garuda Indonesia diperkirakan akan menerbitkan sebanyak 407.897.094.461 saham baru dengan harga pelaksana Rp 75 per saham. 

Dalam aksi ini, seluruh saham baru akan diserap oleh Danantara Asset Management selaku investor sekaligus kreditur perseroan. Dengan tidak adanya hak memesan efek bagi pemegang saham lain, porsi kepemilikan publik akan terdilusi signifikan, dari sekitar 27,46% menjadi hanya sekitar 5,03%.

Adapun aksi private placement ini akan dilakukan Danantara melalui dua skema. Pertama, setoran modal tunai sebanyak-banyaknya US$ 1,44 miliar atau Rp 23,66 triliun. Kedua, konversi pinjaman pemegang saham menjadi saham baru senilai US$405 juta atau Rp 6,65 triliun.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...