Laba Bersih Kuartal III PGEO Anjlok 22,18% Meski Pendapatan Naik, Ada Apa?

Karunia Putri
27 Oktober 2025, 11:53
PGEO, pendapatan
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/aww.
Pekerja memeriksa pipa Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (29/10/2024). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hingga tahun 2024, realisasi dana bonus produksi dari lapangan panas bumi di Indonesia mencapai angka yang signifikan, yaitu lebih dari Rp950 miliar sejak tahun 2015 dan telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten pelat merah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE membukukan laba bersih sebesar US$ 104,27 juta atau setara dengan Rp 1,74 triliun (kurs Rp 16.692 per dolar Amerika Serikat) hingga kuartal ketiga tahun 2025. Laba ini anjlok 22,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 133,99 juta.

Merujuk laporan keuangan sepanjang periode Januari -September tahun ini, pendapatan PGE masih tercatat naik dari US$ 302,06 juta menjadi Rp 318,86 juta. 

PGE mencatatkan pendapatan naik menjadi US$ 318,86 juta dari US$ 306,02 juta secara tahunan atau year on year (yoy). Pendapatan tersebut diperoleh PGE dari penjualan uap dan listrik di area Kamojang sebesar Rp US$ 111,25 juta, area Ulubelu sebesar US$ 87,57 juta dan area Lahendong sebesar US$ 60,23 triliun.

Selain itu, pendapatan dari area lumut balai sebesar US$ 39,24 dan daerah Karaha sebesar US$ 7,40 juta. Total pendapatan PGEO dari penjualan uap dan listrik sebesar US$ 305,73 juta. Adapun production allowances atau intensif produksi tercatat US$ 13,12 juta.

Namun di sisi lain, PGEO mencatatkan pembengkakan beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya dari US$ 120,02 juta menjadi US$ 140,21 juta. Beban umum dan administrasi perseroan juga naik  dari US$ 15,02 juta menjadi US$ 21,16 juta.

Harga saham PGEO turun 3,6% ke level 1.280. Dalam satu bulan terakhir, harga sahamnya terkoreksi 4,83%, tetapi naik 36,9% sejak awal tahun.

Sebelumnya, PGEO sempat mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/8) lalu. Dalam agenda penting itu, PGEO mengangkat Gigih Udi Atmo sebagai Komisaris Utama menggantikan Sarman Simanjorang.

Manajemen PGE menyatakan, penunjukan Gigih diyakini mampu memperkuat arah bisnis perseroan sekaligus mendukung agenda pemerintah mempercepat transisi energi melalui pengembangan panas bumi. 

Rencana Pengembangan Panas Bumi 

PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW yang terdiri atas 727 MW dikelola mandiri dan 1.205 MW bersama mitra. Perusahaan juga mengidentifikasi potensi cadangan 3 GW dari 10 wilayah kerja panas bumi (WKP) yang dikelola sendiri.

Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas terpasang dari 727 megawatt (MW) menjadi 1 gigawatt (GW) dalam dua tahun dan mencapai 1,7 GW pada 2034.

Pada awal Agustus 2025, PGE bersama PT PLN Indonesia Power menandatangani Head of Agreement (HoA) yang difasilitasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Kesepakatan ini fokus pada percepatan pengembangan panas bumi di 19 proyek dengan total kapasitas 530 MW.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...