TBS Energi (TOBA) Ungkap Kabar Soal Proyek PLTSa Danantara, Bakal Ikut Lelang?

Nur Hana Putri Nabila
28 Oktober 2025, 19:34
TOBA
Katadata
PT TBS Energi Utama Tbk melakukan divestasi dua PLTU sebagai bagian dari komitmen netralitas karbon pada 2030, menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 1,3 juta ton CO2 per tahun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menjelaskan kabar terbaru ihwal keterkaitan perusahaan dengan rencana pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menggelar  lelang proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) hingga Patriot Bond atau obligasi patriotik. Dalam pernyataan terbaru, manajemen TOBA menyatakan perusahaan tidak akan ambil bagian dalam proyek terbaru Danantara. 

Merujuk kabar terbaru, Danantara akan segera menggelar lelang PLTSa seiring dengan Presiden Prabowo Subianto mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 pada 10 Oktober lalu. Beleid terbaru ini merupakan perbaikan dari Perpres Nomor 35 Tahun 2018 dan mengatur pengolahan sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan.

Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina, mengatakan perusahaan yang merupakan perusahaan waste management menilai keikutsertaan dalam proyek PLTSa belum menjadi prioritas. Menurut Juli prioritas TOBA kini proyek-proyek yang suda ada dan di regional. 

Prioritas kami itu proyek-proyek yang sudah ada di depan yang sudah kita approach dan di regional,” kata Juli kepada wartawan ketika ditemui di kantornya, Selasa (28/10). 

Tak hanya itu, Juli juga menegaskan TOBA tidak terlibat dalam penerbitan Patriot Bonds. “Untuk Patriot Bonds, kami juga tidak ikut dan kalau pun ikut kami pasti sudah kami informasikan,” ujar Juli lagi.

Sebelumnya berdasarkan rumor pasar, ada keterlibatan salah satu emiten yang bergerak di bidang waste management yaitu PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dengan proyek Danantara.  Pasalnya TBS Energi Utama sebelumnya pernah terafiliasi dengan Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir. Tak hanya itu, Pandu juga sempat menjabat sebagai Wakil Direktur Utama TBS Energi Utama. 

Adapun Danantara telah meluncurkan Patriot Bonds senilai Rp 50 triliun. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai lebih dari 30 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) di berbagai wilayah Indonesia.

Ekspansi ke Luar Negeri

Di sisi lain, dalam lingkup regional, saat ini salah satu pencapaian penting TBS pada paruh kedua 2025 adalah peluncuran identitas baru CORA Environment, yang menggantikan Sembcorp Environment di Singapura. Melalui CORA, TBS memperluas waste-to-energy di tingkat regional sekaligus mempercepat transfer teknologi ke Indonesia.

CORA kini menjalankan layanan pengumpulan, daur ulang, insinerasi, dan pemulihan sumber daya berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan lingkungan. Dalam lima tahun ke depan, CORA menyiapkan investasi lebih dari S$200 juta atau sekitar Rp 2,56 triliun.  Hal itu untuk memperkuat jaringan pengelolaan limbah, termasuk pembangunan infrastruktur daur ulang yang ditargetkan selesai pada 2026.

Manajemen TOBA mengungkapkan bisnis pengelolaan limbah TBS yang dimulai sejak 2018 menunjukkan hasil positif, terutama setelah ekspansi ke pasar Singapura. Torehan ini menjadi modal penting bagi TBS untuk memperluas jangkauan ke negara-negara Asia Tenggara lain seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur waste-to-energy, daur ulang, serta kerja sama lintas kebijakan lingkungan.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...