IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Saham BBCA, AKRA, hingga ASII Jadi Rekomendasi

Nur Hana Putri Nabila
29 Oktober 2025, 06:18
Pengunjung memotret layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,53% atau 42,69 poin ke level 8.051 pada penutupan perda
Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung memotret layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,53% atau 42,69 poin ke level 8.051 pada penutupan perdagangan akhir pekan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, Rabu (29/10). Sebelumnya IHSG ditutup turun 0,3% ke 8.092 pada perdagangan Selasa (28/10) kemarin.

 Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, mengatakan terkoreksinya IHSG disertai dengan adanya tekanan jual.

"Koreksi IHSG kini relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali, adapun area penguatan terdekat berada di 8.209–8.268,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (29/10). 

 MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.697 dan 7.854. Sementara resistance terdekat berada di 8.161 dan 8.269.

 Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akumulasi beli di rentang Rp 4.320–Rp 4.470 dengan target harga di Rp 4.610–Rp 4.780, sementara level stoploss di bawah Rp 4.250.

Adapun PT Barito Pacific Tbk (BRPT) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 3.250 – Rp 3.370 dengan target harga di Rp 3.660–Rp 3.830, serta stoploss di bawah Rp 3.120.

Lalu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) direkomendasikan buy on weakness di kisaran Rp 6.800–Rp 7.025 dengan target di Rp 7.600–Rp 8.250, serta stoploss di bawah Rp 6.550.

Sementara itu, PT Fore Kopi Indonesia (FORE) disarankan speculative buy pada level Rp 525 – Rp 540 dengan target harga Rp 585 dan 600, stoploss jika di bawah Rp 510.

Lanjutkan Rebound

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyebut IHSG diperkirakan masih cenderung menguat dan melanjutkan rebound selama level support minor di 7.986 mampu bertahan. 

Namun, jika IHSG menembus di bawah level tersebut, justru bisa terkoreksi menuju support berikutnya di 7.892. Adapun level support IHSG berada di 7.986, 7.892, 7.821, 7.742, dan 7.619, sementara level resistennya di 8.197, 8.278, dan 8.362. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish atau turun.

Bina Artha Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, misalnya PT AKR Corporindo Tbk  (AKRA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...