Penyaluran Kredit Kencang, Laba Bank Jago (ARTO) Melonjak 132% Jadi Rp 199 M
Emiten bank berbasis teknologi PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 199 miliar hingga kuartal III 2025, melonjak 132% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit yang melesat 36% secara tahunan mencapai Rp 23,5 triliun.
“Penyaluran kredit dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang tetap rendah di level 0,4% atau di bawah rata-rata NPL perbankan nasional,” ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung dalam keterangan resmi, Rabu (29/10).
Seiring pertumbuhan kredit, total aset ARTO juga meningkat 28% menjadi Rp 34,5 triliun dari posisi tahun sebelumnya Rp 26,8 triliun. Sementara itu, loan to deposit ratio (LDR) berada di level 98%, dan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 32,9%.
“Ini mencerminkan tingkat likuiditas yang sehat dan kuatnya permodalan Bank Jago untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan,” kata Arief.
Hingga kuartal ketiga 2025, jumlah nasabah ARTO mencapai 18,6 juta. Angka tersebut terdiri dari 14,5 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Jumlah ini meningkat lebih dari 4,5 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 14,1 juta nasabah.
Peningkatan jumlah nasabah sejalan dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 23,9 triliun hingga akhir September 2025, naik 41% dari Rp 17 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
“Hasil positif ini merupakan bukti nyata bahwa inovasi dan kolaborasi yang kami lakukan dengan berbagai ekosistem keuangan digital mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah,” kata Arief.
