BSI (BRIS) Catat Laba Bersih Naik 9% jadi Rp 5,57 T hingga Kuartal III 2025
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 5,57 triliun hingga akhir September 2025, naik 9,04% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja laba perseroan ditopang oleh kenaikan pendapatan penyaluran dana yang mencapai 15,24% secara tahunan.
Berdasarkan paparan publik yang disampaikan pada Rabu (29/10), BSI membukukan pendapatan penyaluran dana naik dari Rp 19,29 triliun menjadi Rp 22,23 triliun. Setelah distribusi bagi hasil, pendapatan perseroan tercatat naik 14% menjadi Rp 15,34 triliun.
Direktur Utama BRIS Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pertumbuhan bisnis BRIS turut didorong oleh new engine of growth yang berasal dari lisensi unik bank emas sebagai recruiter, serta kapabilitasnya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.
“Dengan dua hal tersebut, Alhamdulillah, kinerja BSI dapat tumbuh di atas industri perbankan syariah lainnya,” katanya dalam paparan publik kinerja kuartal III BRIS, Rabu (29/10).
BSI mencatat penyaluran pembiayaan tumbuh 12,65% secara tahunan menjadi Rp 300,1 triliun, dari sebelumnya Rp 266,46 triliun. Total aset BSI juga naik 12,36% menjadi Rp 416,56 triliun, dibandingkan Rp 370,72 triliun pada tahun lalu. Sedangkan dana simpanan wadiah tumbuh 9,11% menjadi Rp 77,08 triliun.
Di sisi lain, beban bagi hasil meningkat 18,15% menjadi Rp 6,90 triliun, sedangkan beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) naik 11,19% menjadi Rp 1,89 triliun/
Kendati beban meningkat, kualitas pembiayaan BSI membaik. Rasio non-performing financing (NPF) gross turun menjadi 1,84% dari sebelumnya 1,97%, sementara NPF net sedikit turun ke 0,55% dari 0,56%.
Dari sisi pendanaan, BSI juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15,66% yoy, mencapai Rp 348 triliun hingga kuartal III 2025.
