Pemerintah Bakal Kucurkan Rp 200 M untuk Koperasi Pemasok MBG

Andi M. Arief
6 November 2025, 20:50
MBG, koperasi, pembiayaan
ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/YU
Ilustrasi. Saat ini, ada 1.000 koperasi yang berperan sebagai pemasok bahan baku maupun pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam program MBG.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koperasi Ferry Juliantono akan menyiapkan pembiayaan sekitar Rp 200 miliar untuk koperasi yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Saat ini, ada 1.000 koperasi yang berperan sebagai pemasok bahan baku maupun pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam program MBG.

Ferry mengatakan, pembiayaan tersebut akan disalurkan untuk meningkatkan kemampuan koperasi dalam memasok bahan baku program MBG, seperti telur ayam, daging ayam, dan susu segar. Sumber pembiayaan tersebut berasal dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir atau LPDB.

"Pembiayaan yang disalurkan LPDB bisa lebih dari Rp 200 miliar tergantung kebutuhan bahan baku program MBG. Nilai pendanaan akan mengikuti kapasitas fasilitas produksi bahan baku yang dibangun," kata Ferry di kantornya, Kamis (6/11).

Ferry menekankan, partisipasi koperasi dalam program MBG tidak akan mematikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di pedesaan. Menurutnya, pelaku UMKM yang tergabung dengan program MBG akan mendapatkan keuntungan dengan partisipasi koperasi.

Menurut Ferry, koperasi dapat membeli harga bahan baku yang dijual petani maupun peternak karena menyerap dengan volume besar. Alhasil, pelaku UMKM dapat menikmati harga bahan baku yang lebih rendah setelah diserap oleh koperasi.

Ia pun berencana membentuk satuan tugas khusus bersama Badan Gizi Nasional terkait penyaluran dana LPDB pada koperasi yang terlibat program MBG. Satgas tersebut akan menentukan koperasi yang mendapatkan pendanaan untuk meningkatkan pasokan bahan baku ke SPPG.

Wakil Ketua BGN Nanik S Deyang mencatat, 14.229 dapur SPPG telah menyalurkan MBG untuk lebih dari 40 juta orang. Menurutnya, peningkatan bahan baku ke SPPG penting untuk menghindari lonjakan harga pangan di pasar.

“Dengan banyaknya permintaan bahan pangan dari berbagai SPPG, harga ayam, telur ayam, beberapa jenis sayuran, dan buah saat ini menjadi naik,” kata Nanik.

Nanik berharap penyaluran dana LPDB ke koperasi pemasok bahan baku SPPG dapat menekan harga pangan di pasar saat ini. Menurutnya, kerja sama dengan koperasi dalam program MBG menjadi penting saat berjalan dengan penuh mengingat kebutuhan bahan baku akan melonjak.

Ia mencontohkan lahan kebun pisan yang dibutuhkan saat MBG berjalan penuh atau dibagikan pada 83 juta penerima manfaat mencapai 41.450 hektare.  Ini karena setiap 3.000 penerima manfaat MBG membutuhkan produksi pisang dari lahan seluas 1,5 hektare.

“Coba bayangkan, betapa program ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat bawah yang terhimpun dalam koperasi. Itu belum kebutuhan lain seperti sayuran, telor ayam, daging ayam, dan sebagainya,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...