IHSG Diprediksi Naik Hari Ini, Saham AADI hingga BBCA jadi Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi naik pada perdagangan saham hari ini. Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 0,04% ke 8,391 dan disertai dengan tingginya tekanan jual pada Senin (10/11).
Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, mengatakan bahwa IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.487–8.539.
“Meskipun tidak menutup kemungkinan adanya koreksi dalam jangka pendek untuk menguji 8.352–8.379,” tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (11/11).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.332 dan 8.276. Sementara resistance terdekat berada di 8.488 dan 8.532.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) akumulasi beli di rentang Rp 965–Rp 1.030 dengan target harga di Rp 1.105–Rp 1.150, sementara level stop loss di bawah Rp 910.
Adapun PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 885–Rp 900 dengan target harga di Rp 935–Rp 1030, serta stoploss di bawah Rp 865.
Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) disarankan speculative buy pada level Rp 9.825–Rp 10.150 dengan target harga Rp 10.925 dan Rp 11.100, stoploss jika di bawah Rp 9.575.
Sedangkan Phintraco Sekuritas memperkirakan, secara teknikal, histogram positif pada MACD terus menguat seiring kenaikan momentum indeks. Namun, Stochastic RSI sudah berada di area overbought dan berpotensi membentuk death cross, ditambah adanya kenaikan volume penjualan
. Oleh karena itu, dalam jangka pendek indeks berpeluang mengalami minor pullback akibat aksi ambil untung. “Namun selama IHSG mampu bertahan di atas 8300-8340, diperkirakan kondisi bullish IHSG masih akan berlanjut,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Selasa (11/11).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).
Sedangkan BinaArtha Sekuritas merekomendasikan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
