Geliat Saham Kongsi Grup Salim–Bakrie (BUMI) Usai Caplok Tambang Emas Raksasa
Harga saham emiten terafiliasi kongsi Grup Salim dan Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terpantau terbang hingga 28% pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (11/11). Harga saham BUMI dibuka di harga Rp 151 dan kini bertengger di level Rp 192. Kapitalisasi pasarnya juga mencapai Rp 71,30 triliun.
Harga saham BUMI dalam sepekan terakhir telah naik 37,14%. Harga sahamnya bahkan telah naik 40,15% dalam sebulan terakhir dan melesat 62,71% secara year to date (ytd).
Melonjaknya harga saham emiten batu bara ini terjadi usai resmi merampungkan aksi akuisisi perusahaan pertambangan emas dan tembaga yang berbasis Australia, Wolfram Limited. Perseroan kini telah menggenggam 100% saham WFL.
Direktur Bumi Resources R.A Sri Dharmayanti sebelumnya menyatakan, telah membeli sebanyak 0,32% saham Wolfram atau sebanyak 400.670 saham dengan nilai sebesar Rp 2,20 miliar saham Wolfram. Jumlah tersebut melengkapi seluruh saham Wolfram yang sebelumnya dibeli BUMI sebanyak 99,68% saham.
“Pembelian saham WFL ini merupakan lanjutan atas rangkaian transaksi untuk mengakuisisi 100% saham WFL,” kata Sri dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Senin (10/11).
Dengan begitu, BUMI telah menggelontorkan dana sebesar Rp 698,98 miliar untuk mengakuisisi seluruh saham WFL.
Presiden Direktur Bumi Resources Adika Nuraga Bakrie menyebut aksi korporasi ini merupakan langkah penting bagi perusahaan demi memperluas dan memperkuat strategi diversifikasi bisnis perusahaan. “
Ekspansi ke mineral strategis dan mineral kritis sejalan dengan tren permintaan global serta memperkuat komitmen kami terhadap pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Adika dalam keterangannya, Rabu (8/10).
Adika mengatakan, akuisisi ini merupakan tindak lanjut dari term sheet agreement yang telah ditandatangani pada awal tahun dan kini difinalisasi setelah mendapatkan persetujuan dari Foreign Investment Review Board (FIRB) di Australia. Langkah ini juga masuk ke rencana strategi diversifikasi Bumi Resources untuk memperluas portofolionya ke sektor mineral strategis dan mineral kritis, termasuk peluang hilirisasi.
Melalui perusahaan Wolfram, Bumi Resources akan memperoleh akses terhadap potensi produksi emas dan tembaga dalam jangka pendek. Potensi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Akuisisi Tambang Emas Jubilee Metals Limited di Australia
BUMI pun bergerak untuk mengakuisisi tambang emas lainnya di Australia usai mencaplok seluruh saham WFL. Perseroan akan mengakuisisi perusahaan Jubilee Metals Limited (JML), perusahaan tambang emas tahap produksi di Australia. Akuisisi dilakukan bertahap melalui konversi utang menjadi penyertaan modal, serta jual beli saham atau penerbitan saham baru.
Pada 6 Mei 2025, Bumi Resources, JML, dan pemegang saham menandatangani subscription agreement yang mengatur penerbitan dan penjualan saham JML kepada Bumi Resources melalui konversi pinjaman dan penerbitan saham tambahan. Setelah seluruh konversi dan pembelian tuntas, Bumi Resources akan menguasai 5.734.770 saham atau 64,98% dari total modal disetor JML.
“Subscription shares akan diterbitkan oleh JML kepada perusahaan dalam 7 tahapan sesuai dengan milestone schedule yang dimulai pada 6 Mei 2025 sampai dengan 15 Agustus 2026,” tulis manajemen dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/11).
Perusahaan dan JML menyepakati konversi piutang sebesar AU$ 8.500.000 atau setara sekitar US$ 5.393.497 atau Rp 90,16 miliar yang menjadi penyertaan modal di JML. Konversi utang tersebut setara dengan 18,74% kepemilikan atau investasi di JML.
Kemudian pada 2 Juli 2025, BUMI juga menandatangani beberapa perjanjian jual beli saham dengan sejumlah pemegang saham JML. Melalui transaksi ini, BUMI memperoleh 16,50% tambahan kepemilikan di JML dengan nilai AUD 5.000.003, atau setara sekitar US$ 3.246.754. Setelah itu, kepemilikan BUMI di JML meningkat menjadi 35,24%.
Selanjutnya, pada 16 September 2025, BUMI menambah porsi kepemilikannya lagi melalui pembelian saham baru yang diterbitkan JML sebanyak 497.895 saham. Dengan tambahan ini, persentase kepemilikan BUMI di JML naik menjadi 41,36%.
