Intip Kinerja Emiten Kongsi Grup Saratoga–Boy Thohir: MDKA, MBMA, EMAS

Nur Hana Putri Nabila
12 November 2025, 11:47
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anak usaha MDKA , MBMA
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anak usaha MDKA
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) telah memberikan gambaran kinerja hingga kuartal ketiga 2025. Mayoritas pendapatan emiten afiliasi kongsi grup PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan Garibaldi Thohir atau Boy Thohir ini tertekan di tengah lesunya harga batu bara dan nikel.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang belum diaudit, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan pendapatan sebesar US$ 1,29 miliar hingga September 2025 atau turun 22% secara tahunan (YoY). Penurunan ini terutama berasal dari turunnya kontribusi segmen nikel sebesar US$ 445 juta dan pendapatan tembaga yang juga turun US$ 38 juta.

Di sisi lain, kontribusi dari penjualan emas meningkat US$87 juta, ditambah kenaikan pendapatan lain sekitar US$ 27 juta.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro menyampaikan perseroan terus mencatat kemajuan dalam kinerja operasional tambang, pengembangan proyek strategis, serta efisiensi biaya. Ia menyebut Proyek Tembaga Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani sebagai dua sumber pertumbuhan berskala besar yang berkontribusi signifikan bagi perusahaan.

Selain itu, segmen bisnis nikel yang dijalankan melalui anak usahanya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga menunjukkan perkembangan positif dengan margin yang terus meningkat.

“Bersama-sama, aset-aset ini menguatkan posisi Merdeka sebagai perusahaan pertambangan multi-logam yang terdepan di Indonesia, sekaligus mendukung peran strategis Indonesia dalam transisi energi dan mineral global,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (12/11). 

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga membukukan penurunan pendapatan sebesar 32% pada sembilan bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi US$ 935 juta. Penurunan tersebut terutama dipicu oleh melemahnya kontribusi dari segmen Nickel Pig Iron (NPI) yang hanya mencapai US$ 102,3 juta dan segmen High Grade Nickel Matte (HGNM) yang mencapai US$ 418,8 juta.

Presiden Direktur Merdeka Battery Materials Teddy Oetomo mengatakan, kinerja pada kuartal ini mencerminkan kenaikan struktural yang telah dijalankan perseroan mulai dari kegiatan penambangan, logistik, hingga pengolahan. 

Menurutnya, MBMA terus meningkatkan efisiensi biaya per unit, memperluas kapasitas produksi bijih, serta mendorong kemajuan proyek hilirisasi High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Acid Iron Metal (AIM) yang dinilai akan menjadi langkah transformasi bagi MBMA dan industri bahan baku baterai nasional.

Selain itu, Teddy memastikan perseroan masih berada pada jalur yang sesuai untuk mencapai target volume bijih dan panduan biaya tahun 2025. Pencapaian ini ditopang ekspansi armada tambang dan penyelesaian infrastruktur pipa slurry.

Ke depan, MBMA akan memprioritaskan beberapa hal, yakni:

  • Ekspansi kapasitas armada tambang guna meningkatkan output bijih pada Kuartal IV 2025
  • Penyelesaian pembangunan pipa slurry untuk mendukung integrasi fasilitas HPAL
  • Optimalisasi biaya secara berkelanjutan di seluruh rantai operasi hilir.

“Kami optimistis dengan pertumbuhan berkelanjutan produksi bijih nikel, peningkatan efisiensi pengolahan hilir, serta kemajuan proyek strategis HPAL dan AIM yang akan memperkuat posisi MBMA sebagai salah satu pemasok bahan baku baterai global terkemuka,” ucap Teddy.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

Berbeda dengan dua perusahaan grup Merdeka sebelumnya, Merdeka Gold Resources belum menyampaikan kisi-kisi kinerja perusahaan hingga kuartal ketiga 2025 ini. 

Corporate Secretary Merdeka Gold Resources, Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan, perusahaan tengah melalukan audit untuk laporan keuangannya sepanjang Januari–September 2025.  

Ia menjelaskan kebutuhan audit atas laporan keuangan interim dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan dan kebutuhan EMAS dalam mendukung evaluasi kinerja keuangan, serta sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis oleh perseroan maupun entitas anak.

“Lebih lanjut, informasi ini akan disampaikan kepada BEI selambat-lambatnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (12/11). 

Meski begitu, Tambang Emas Pani, berlokasi di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, diandalkan menjadi operasi emas utama berikutnya dari group PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), setelah Tambang Emas Tujuh Bukit. Pani diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia.

Kuartal III 2025 Merdeka Gold Resources

  • Pembangunan proyek mencapai 83% penyelesaian secara keseluruhan dan berjalan sesuai jadwal.
  • Kegiatan penambangan dimulai pada 1 Oktober 2025, diikuti dengan first blasting pada 15 Oktober (setelah akhir kuartal).
  • PLN telah menyuplai listrik 150 kV pada 1 Oktober, yang memungkinkan pengujian Pabrik Pengolahan Bijih (Ore Processing Plant).
  • Estimasi Cadangan Bijih Terbaru per 6 Oktober 2025 mencatat 190,3 juta ton bijih yang mengandung 4,8 juta ons emas dan 4,9 juta ons perak.
  • Penumpukan bijih pertama dijadwalkan dimulai pada November 2025.
  • Produksi emas pertama tetap sesuai target pada Kuartal I 2026.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources (EMAS), Boyke Poerbaya Abidin menyampaikan bahwa pembangunan Tambang Emas Pani terus berlangsung dengan aman, efisien, dan sesuai jadwal. Dengan dimulainya kegiatan penambangan dan target produksi emas pertama pada awal 2026, EMAS diproyeksikan menjadi salah satu produsen emas utama baru di Indonesia.

Menurut Boyke, keberhasilan penawaran umum perdana saham (IPO) memberikan fleksibilitas keuangan tambahan bagi perseroan untuk menyelesaikan pembangunan proyek tersebut sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang. Hingga saat ini, EMAS telah mengalokasikan investasi sebesar US$ 208,7 juta untuk pengembangan Tambang Emas Pani.

Sepanjang kuartal ini, perseroan mencatat progres konstruksi yang signifikan, termasuk pembangunan fasilitas heap leach dan pabrik ADR (Adsorption, Desorption, and Recovery).

“Serta infrastruktur pendukung tambang telah mencapai 83% penyelesaian. Kegiatan uji coba (commissioning) telah dimulai pada awal Oktober, didukung oleh pasokan listrik dari jaringan PLN,” kata Boyke dalam rilisnya.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...