IHSG Diramal Naik, Saham MDKA, BBCA, PGAS hingga JPFA jadi Rekomendasi Analis

Nur Hana Putri Nabila
13 November 2025, 06:03
IHSG
Katadata/Fauza Syahputra
Layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham hari ini, Kamis (13/11). Sebelumnya apabila menilik pergerakan Rabu (12/11) kemarin, IHSG ditutup menguat 0,26% ke 8.388 disertai dengan tingginya tekanan jual.

Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.487–8.539. MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.332 dan 8.276. Sementara resistance terdekat berada di 8.488 dan 8.532.

“Cermati area 8.279–8.332 sebagai area koreksi berikutnya,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (13/11). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Lalu MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akumulasi beli di rentang Rp 8.000–Rp 8.400 dengan target harga di Rp 8.750–Rp 9.175, sementara level stoploss di bawah Rp 7.900.

Adapun PT Indosat Tbk direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 2.050–Rp 2.160 dengan target harga di Rp 2.300–Rp 2.370, serta stoploss di bawah Rp 2000.

Sementara itu, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) disarankan speculative buy pada level Rp 5.320–Rp 3.550 dengan target harga Rp 3.660 dan Rp 3.760, stoploss jika di bawah Rp 3.500.

Kemudian Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih berada dalam tren bullish baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang. IHSG masih ditutup di atas MA5, MA20, dan MA50, dengan indikator MACD berada di zona positif.

Namun, Stochastic RSI sudah berada di area overbought atau naik terlalu cepat, sementara IHSG mendekati upper Bollinger Band atau garis atas. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski tren masih positif, IHSG mulai rentan terhadap aksi ambil untung (profit taking). Dengan demikian, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif di kisaran 8.350–8.450.

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 8.450 dengan diikuti volume, diperkirakan berpeluang menuju level psikologis di 8.500,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Kamis (13/11). 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Di samping itu, BinaArtha Sekuritas merekomendasikan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...