Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Soroti Laporan Keuangan Nvidia
Bursa saham Wall Street ditutup bervariasi pada Jumat (14/11). Investor menanti laporan kinerja kuartalan Nvidia, di tengah kekhawatiran bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Fed mungkin menunda pemangkasan suku bunga pada Desember.
Nasdaq naik 0,13% ke 22.900,59. Sementara itu, S&P 500 ditutup turun 0,05% ke 6.734,11 dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,65% ke 47.147,48 poin.
Sebanyak tujuh dari 11 sektor S&P 500 parkir di zona merah. Sektor material turun 1,18% dan keuangan 0,97%.
Nvidia disebut akan menjadi sorotan utama pekan ini, karena bakal mengumumkan laporan keuangan pada Rabu (19/11). Investor menunggu sinyal apakah perlombaan pengembangan teknologi AI masih berada dalam tren positif.
“Jika Nvidia mengecewakan, mereka akan dihukum. Namun seperti terlihat hari ini (14/11), pembeli akan kembali masuk cukup cepat dan menstabilkan pasar,” ujar Kepala Riset dan Strategi Kuantitatif Horizon Investments Mike Dickson dikutip dari Reuters, akhir pekan lalu.
Di sisi lain, investor tengah resah karena laju pemotongan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed dan valuasi tinggi saham-saham raksasa AI yang menjadi pendorong utama reli pasar beberapa tahun terakhir. Saham Nvidia, Palantir dan Microsoft masing-masing menguat lebih dari 1%.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember memudar dalam beberapa hari terakhir, seiring tanda-tanda inflasi yang masih bertahan, sebagian dipicu oleh tarif global Presiden AS Donald Trump. Probabilitas pemangkasan 25 basis poin kini turun ke bawah 50% dari 67%, berdasarkan alat FedWatch CME Group.
Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid menegaskan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih terlalu tinggi. Ia mengisyaratkan kemungkinan kembali berbeda pendapat pada pertemuan The Fed Desember, jika bank sentral memilih memangkas suku bunga.
Schmid sebelumnya menjadi satu dari dua suara yang menolak pemangkasan pada Oktober.
Di antara saham-saham berkapitalisasi besar, UnitedHealth Group turun 3,2% dan Visa melemah 1,8%, sehingga menekan kinerja Dow Jones.
Sentimen pasar juga terbebani oleh kekhawatiran mengenai kesehatan pasar tenaga kerja dan prospek inflasi, sementara investor memperkirakan masih adanya kesenjangan dalam data ekonomi resmi setelah berakhirnya penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan.
Dari pasar global, pemerintah Swiss mengumumkan tarif AS untuk barang-barang Swiss akan dipangkas menjadi 15% dari sebelumnya 39%.
Saham Warner Bros Discovery naik 4% setelah perusahaan itu mengubah kontrak kerja CEO David Zaslav di tengah peninjauan strategis bisnisnya.
Saham Cidara Therapeutics bahkan melonjak lebih dari dua kali lipat setelah Merck mengumumkan rencana mengakuisisi perusahaan tersebut dalam transaksi senilai hampir US$ 9,2 miliar.
Di S&P 500, jumlah saham yang melemah melampaui yang menguat dengan rasio 1,7:1. Indeks ini mencatat 12 titik tertinggi baru dan 10 titik terendah baru. Sementara Nasdaq membukukan 52 titik tertinggi baru dan 295 titik terendah baru.
Volume perdagangan saham AS di Wall Street mencapai 20,1 miliar, sedikit di bawah rata-rata 20 sesi sebelumnya sebesar 20,2 miliar saham.
Sepanjang pekan lalu, S&P 500 naik 0,1% dan Dow Jones 0,3%, sedangkan Nasdaq turun 0,5%.
