Geliat Emiten Prajogo (TPIA) Cari Pinjaman Jumbo Akuisisi Esso Singapura
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dikabarkan telah menunjuk Global Atlantic untuk menyediakan pembiayaan demi memuluskan rencana akuisisi senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp16,73 triliun (kurs Rp16.730 per dolar AS). Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura.
Berdasarkan laporan Bloomberg, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebut Global Atlantic akan menyiapkan fasilitas pinjaman tunggal senilai US$ 750 juta dengan suku bunga satu digit. Kemudian sisanya sebesar US$ 250 juta akan dipenuhi melalui modal internal Chandra Asri.
“Global Atlantic mengalahkan konsorsium pesaing yang juga berusaha membiayai akuisisi tersebut,” demikian tertulis dalam pemberitaan Bloomberg, dikutip Senin (17/11).
Merespons hal itu, General Manager of Legal & Corporate Secretary Chandra Asri, Erri Dewi Riani mengatakan perusahaan selalu terbuka dengan kesempatan yang ada demi mendukung kinerja usaha Grup Chandra Asri agar tetap tumbuh secara berkelanjutan.
“Perseroan akan tetap berupaya mengikuti dan mematuhi ketentuan dari peraturan Pasar Modal yang berlaku dalam setiap aksi korporasi,” ucapnya dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (17/11).
Sebelumnya, Chandra Asri telah melakukan pembicaraan dengan konsorsium bank untuk memperoleh pinjaman senior senilai US$ 600 juta, ditambah fasilitas mezzanine sekitar US$ 250 juta dari sejumlah pemberi pinjaman non-bank. Termasuk Indonesia Investment Authority, Allianz Global Investors, dan Ares Management Corp.
Potensi Lonjakan Pendapatan TPIA
Seiring dengan aksi itu, pendapatan TPIA diproyeksi melonjak usai mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura.
Stockbit Sekuritas menyampaikan bahwa dalam earnings call kuartal ketiga 2025 pada Rabu (5/11), Chandra Asri Pacific menegaskan akuisisi jaringan SPBU ritel merek Esso di Singapura dari ExxonMobil diperkirakan menambah pendapatan sekitar US$ 500 juta atau sekitar Rp 8,34 triliun. Transaksi ini juga disebut akan langsung berkontribusi positif terhadap laba bersih dan arus kas operasional TPIA.
“Rencana akuisisi ini juga diharapkan menambah recurring revenue yang stabil dari pasar SPBU ritel di Singapura yang memiliki margin tinggi, sehingga dapat membantu menyeimbangkan portofolio bisnis petrokimia TPIA yang siklikal,” demikian penjelasan Stockbit dalam Stockbit Snips, dikutip Jumat (7/11).
Jaringan SPBU Esso di Singapura mencakup sekitar 60 lokasi, terdiri dari 27 lahan dengan kepemilikan penuh dan 33 lahan sewa. Berdasarkan jumlah lokasi maupun volume penjualan bahan bakar, dengan total penjualan mencapai sekitar 2,4 juta barel bahan bakar per tahun. Esso saat ini merupakan pemimpin pasar SPBU di Singapura. Adapun transaksi ini masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait dan ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra sebelumnya juga mengatakan, ekspansi ke ekosistem bahan bakar ritel di Singapura merupakan langkah strategis dalam membangun platform terintegrasi untuk pertumbuhan regional.
Menurutnya, jaringan ritel bahan bakar yang kuat dan iklim usaha yang kondusif di Singapura menjadi fondasi solid bagi Chandra Asri Group untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin solusi energi, manufaktur, dan infrastruktur di Asia Tenggara.
“Kami bertujuan memperkuat kelincahan operasional, ketahanan energi, dan daya saing Singapura sebagai pusat energi regional terdepan,” kata Erwin dalam keterangan resminya, Jumat (24/10).
Chandra Asri Group akan tetap menggunakan merek Esso dan membeli bahan bakar bermerek dari ExxonMobil. Seluruh poin dan kartu loyalitas pelanggan akan tetap berlaku tanpa perubahan. Selain itu, Chandra Asri Group juga akan mempertahankan seluruh karyawan ExxonMobil.
