IHSG Sesi I Cetak Rekor 8.434, Saham KRAS Terbang 311,88% Ytd Jelang RUPSLB

Nur Hana Putri Nabila
17 November 2025, 12:25
Pengunjung berada di dekat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 0,26% atau 22,05 poin ke level 8.388 pada penutupan perdagangan hari ini.
Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berada di dekat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 0,26% atau 22,05 poin ke level 8.388 pada penutupan perdagangan hari ini.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi atau all time high (ATH) pada perdagangan sesi I, Senin (16/11). IHSG naik 63,76 poin atau 0,76% ke level 8.434. 

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari ini mencapai Rp 11,02 triliun dengan volume 23,17 miliar saham. Sementra itu frekuensi perdagangan sebanyak 1,63 juta kali.

Sebanyak 344 saham menguat, 274 saham terkoreksi, dan 195 saham tidak bergerak. Adapun kapitalisasi pasar IHSG pada sesi pertama hari ini mencapai Rp 15.440 triliun.  

Seiring dengan melonjaknya IHSG, saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melonjak hingga 10,05% mencapai Rp 416 dengan kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 8,05 triliun. Kenaikan harga sahamnya itu seiring dengan agenda penting yakni Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan 23 Desember 2025 mendatang. 

Selama seminggu terakhir sahamnya naik 16,85% dan melonjak 32,48% dalam sebulan terakhir. Tak hanya itu, dalam enam bulan terakhir melesat 212,78% dan saham KRAS sudah terbang 311,88% secara year to date (ytd). 

Apalagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia akan melakukan pembenahan hingga menyuntik dana untuk menyelamatkan perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). BUMN baja ini tengah meminta tambahan modal sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 8,35 triliun.  

Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara Febriany Eddy menjelaskan telah menerima permohonan dana dari KRAS dan tengah memvalidasinya. Perhitungannya pun saat ini sudah dalam tahap final. Menurut dia, salah satu misi besar Danantara adalah membangun kembali basis manufaktur yang kuat di Indonesia demi membuka lapangan kerja berkualitas.   

“Kalau kami lihat saat ini, salah satu misi besar yang saya juga pribadi ingin lakukan, Krakatau Steel adalah awal. Kalau dilihat, Krakatau Steel punya potensi luar biasa,” ujar Febri di Kantor Danantara, Jumat (14/11).  

Dari sebelas sektor saham yang ada di BEI, delapan sektor terpantau naik. Saham-saham properti mencatat kenaikan terbesar, yakni 2,12%. Saham emiten tersebut yang berada di zona hijau misalnya, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) naik 0,58% ke Rp 870.  

Di sisi lain, bursa saham Asia kompak anjlok. Indeks Shanghai Composite turun 0,41%, Nikkei terkoreksi 0,22%, Straits Times turun 0,12%, dan Hang Seng merosot 0,64%. 

Saham top gainers:

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 4,55% ke Rp 230
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 3,72% ke Rp 2.230
  • PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) naik 10,05% ke Rp 416

 Saham top losers:

  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 3,95% ke Rp 1.215
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 3,32% ke Rp 2.330
  • PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) turun 2,94% ke Rp 825

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...