TOBA Kaji Investasi Proyek Pembangkit Sampah Danantara, Ikut Lelang?
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tengah mengkaji peluang untuk berinvestasi di proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau waste to energy (WtE) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Direktur TBS Energi Utama Juli Oktarina menjelaskan bahwa perusahaan masih perlu meninjau kapasitas internal. Namun ketika ditanya apakah sudah ada perusahaan yang mengajak TOBA untuk masuk ke konsorsium 24 perusahaan asing untuk ikut lelang dan garap PLTSa, Juli enggan menjawab.
Ia menyebut, TOBA baru menyelesaikan proyek CORA Environment di bidang waste management yang skalanya besar pada tahun ini.
“Nanti baru kami lihat peluang untuk di sini, sekalian kami lihat juga ini (proyek PLTSa) kan masih baru muncul, kami lihat tuh nanti eksekusinya di lapangan seperti apa,” ujar Juli di Jakarta, Kamis (20/11).
Ia menjelaskan perusahaan telah memantau proyek pembangkit sampah sejak 2018. Perusahaan pun memiliki sejumlah proyek dalam pipeline, termasuk di luar Indonesia. TBS Energi Utama juga menyebut akan fokus pada proyek yang sudah dilakukan perusahaan, terutama ekspansi di regional.
Meski begitu, peluang untuk mengikuti lelang pada tahap selanjutnya tetap terbuka. Pihaknya pun akan meninjau kembali perkembangan ke depan.
“Ada dong, peluangnya untuk bisa kami review lagi kembali nanti untuk ke depannya ada,” ujar Juli.
Adapun untuk proyek WtE ini, ia menilai perkembangannya sudah cukup baik dan menunjukkan niat positif. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana pemerintah daerah menerbitkan aturan turunan yang mampu menangani berbagai isu sosial, termasuk keberadaan sektor informal.
“Dari mulai pengelolaan sampahnya, dari mulai koleksi sampahnya sampai untuk bisa masuk ke pembangkit, itu gimana, itu mungkin isu-isu yang perlu dihadapi,” ujar Juli.
Manajemen TOBA sebelumnya menyatakan proyek PLTSa Danantara belum menjadi prioritas. Menurut Juli prioritas TOBA kini proyek-proyek yang sudah ada.
“Prioritas kami itu proyek-proyek yang sudah ada di depan yang sudah kita approach dan di regional,” kata Juli kepada wartawan ketika ditemui di kantornya, Selasa (28/10).
Ekspansi ke Luar Negeri
Di sisi lain, salah satu pencapaian penting TBS pada paruh kedua 2025 adalah peluncuran identitas baru CORA Environment, yang menggantikan Sembcorp Environment di Singapura.
Melalui CORA, TBS memperluas waste-to-energy di tingkat regional sekaligus mempercepat transfer teknologi ke Indonesia. CORA kini menjalankan layanan pengumpulan, daur ulang, insinerasi, dan pemulihan sumber daya berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan lingkungan. Dalam lima tahun ke depan, CORA menyiapkan investasi lebih dari S$200 juta atau sekitar Rp 2,56 triliun.
Hal itu untuk memperkuat jaringan pengelolaan limbah, termasuk pembangunan infrastruktur daur ulang yang ditargetkan selesai pada 2026. Manajemen TOBA mengungkapkan bisnis pengelolaan limbah TBS yang dimulai sejak 2018 menunjukkan hasil positif, terutama setelah ekspansi ke pasar Singapura.
Torehan ini menjadi modal penting bagi TBS untuk memperluas jangkauan ke negara-negara Asia Tenggara lain seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur waste-to-energy, daur ulang, serta kerja sama lintas kebijakan lingkungan.
PLTSa Tahap Pertama di Empat Kota
Danantara sebelumnya menyebut, tahap pertama pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) akan difokuskan di empat kota, yakni Bogor, Bekasi, Denpasar, dan Yogyakarta.
Managing Director Danantara Stefanus Ade Hadiwidjaja menjelaskan, kebutuhan investasi untuk setiap kota berada di kisaran Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun. Dengan demikian, nilai investasi untuk empat kota itu akan mencapai sekitar Rp 12 triliun.
“Itu tendernya sudah dimulai untuk 4 kota ini, tapi akan terus nambah tergantung kesiapan dari masing-masing kota,” kata Ade di Jakarta, Kamis (20/11).
Ade menjelaskan, empat kota tersebut merupakan bagian dari tender dari tujuh proyek waste-to-energy. Kedepannya jumlah kota dalam proyek PLTSa juga akan terus bertambah. Selain itu, Danantara akan melakukan proses seleksi secara individual untuk masing-masing kota.
“Ya, pengumuman pemenangnya kami enggak bisa disclose secara detail, tapi akan secepat mungkin setelah itu,” ujarnya.
