XLSmart (EXCL) Tebar Dividen Tambahan Rp 2,89 T, Cek Jadwalnya
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) berencana membagikan dividen tambahan kepada pemegang saham mencapai Rp 2,89 triliun atau setara Rp 159 per saham. Pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 11 Desember 2025.
Pembagian dividen tunai final ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa-RUPSLB (Rapat) 2025 pada Jumat (21/11). Dividen diambil dari saldo laba ditahan.
"Pembagian dividen ini merupakan kali pertama sejak entitas hasil penggabungan resmi beroperasi pada bulan April yang lalu," ujar Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi dalam keterangan resmi, Jumat (21/11).
Ia menjelaskan, keputusan untuk memberikan tambahan dividen ini merupakan wujud apresiasi kepada pemegang saham yang telah mendukung perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang hingga pasca merger saat ini. Keputusan pembagian dividen ini juga mencerminkan struktur keuangan XLSMART yang solid setelah integrasi, sehingga memungkinkan perseroan mengembalikan nilai kepada pemegang saham.
Jadwal Pembagian Dividen Tambahan EXCL:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 1 Desember 2025
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 2 Desember 2025
- Cum dividen di pasar tunai: 3 Desember 2025
- Ex dividen di pasar tunai: 4 Desember 2025
- Rec date (tanggal pencatatan) untuk dividen: 3 Desember 2025
- Pembayaran dividen: 11 Desember 2025
Kinerja Keuangan EXCL
Pembagian dividen tambahan dilakukan EXCL di tengah kinerja keuangan yang mencatatkan rugi bersih Rp 2,60 triliun sepanjang Januari–September 2025. EXCL rugi meski membukukan kenaikan pendapatan dari Rp 25,36 triliun menjadi Rp 30,54 triliun seiring beban proses merger.
Presiden Direktur EXCL Rajeev Sethi mengatakan, kuartal ketiga menandai fase penting bagi XLSMART dalam merealisasikan nilai konsolidasi dan integrasi usai merger. Integrasi jaringan berjalan sesuai rencana tetapi terbebani biaya integrasi sehingga berpengaruh pada kinerja EBITDA dan laba.
“Di tengah dinamika industri yang masih menantang, kami berhasil mencatat pertumbuhan yang solid, didukung oleh momentum pascamerger yang kuat. Basis pelanggan yang semakin kokoh serta peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) menunjukkan efektivitas strategi monetisasi dan fokus kami pada pertumbuhan yang berkualitas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (14/11).
Ia menjelaskan, perseroan berada di jalur yang tepat untuk merealisasikan potensi sinergi senilai US$ 150–200 juta pada 2025. Sejumlah inisiatif sudah memperlihatkan hasil, seperti penyatuan pusat operasional dan pemantauan layanan, optimalisasi site dan aset jaringan, serta dukungan mitra jaringan dan penyedia menara.
Hingga kuartal III, jumlah pelanggan mencapai 79,6 juta dengan rata-rata pendapatan per pengguna (blended ARPU) Rp 39 ribu, tumbuh dua digit dibanding kuartal sebelumnya. “Kenaikan ARPU sejalan dengan meningkatnya pengalaman pelanggan dari proses integrasi jaringan,” kata Rajeev.
EXCL mencatat kenaikan beban operasional akibat proses integrasi dan semakin luasnya kegiatan operasional usai merger. Beban penyusutan naik dari Rp 9,07 triliun pada Januari-September 2024 menjadi Rp 12,37 triliun pada Januari-September 2025. Beban penjualan dan pemasaran juga meningkat karena naiknya komisi penjualan, meski biaya iklan dan promosi turun.
Adapun beban penjualan dan pemasaran turun tipis dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 1,50 triliun dari Rp 1,58 triliun. Komponen biaya lain yang meliputi biaya infrastruktur, interkoneksi, pengeluaran langsung, dan beban regulasi juga . Secara keseluruhan, biaya operasional meningkat seiring munculnya biaya terkait integrasi menuju entitas EXCL yang baru.
