IHSG Rawan Terkoreksi, Saham ASII, BBTN, EMTK Direkomendasikan
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham hari ini, Senin (24/11). Apabila menilik pergerakan Jumat (21/11), IHSG ditutup terkoreksi 0,07% ke 8.414 disertai dengan munculnya volume pembelian.
Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, mengatakan IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii), sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.540–8.577.
“Namun cermati label merah, di mana koreksi IHSG akan menguji rentang 8.311–8.350 sekaligus menguji support trendline,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (24/11).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.341 dan 8.276. Adapun resistance terdekat berada di 8.488 dan 8.532.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya, investor bisa melakukan akumulasi beli saham PT Astra International Tbk (ASII) di rentang Rp 6.225–Rp 6.375 dengan target harga di Rp 6.425–Rp 6.525, sementara level stoploss di bawah Rp 6.125.
Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 835–Rp 855 dengan target harga di Rp 950–Rp 1.080, serta stoploss di bawah Rp 815.
Sementara itu, MNC Sekuritas juga menyarankan buy on weakness saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) pada level Rp 1.150–Rp 1.175 dengan target harga Rp 1.225 dan Rp 1.265, stoploss jika di bawah Rp 1.120.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menyebut MACD telah membentuk pola death cross dan Stochastic RSI berada di area pivot. IHSG juga ditutup di bawah MA5. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi pada rentang 8.350–8.450 dalam jangka pendek, selama belum mampu menembus dan ditutup di atas level 8.450 dengan dukungan volume dan katalis baru.
Adapun level resistance IHSG berada di 8.450, pivot 8.400, hingga support 8.350. Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
