Bos KRAS Ungkap Skenario Setelah Didukung Danantara, Harga Saham Melambung 300%

Karunia Putri
25 November 2025, 18:36
KRAS
Agung Samosir|KATADATA
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten pelat merah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mengungkap rencana bisnis perseroan untuk tahun buku 2026. Direktur KRAS Utomo Nugroho mengatakan rencana baru disusun setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menyatakan akan mengucurkan dana bagi KRAS.

Menurut Utomo perusahaan telah menyiapkan dua strategi utama untuk mengakselerasi bisnis pada 2026. Pertama, melakukan pemulihan fasilitas produksi utama. Kedua, menjaga keberhasilan restrukturisasi kewajiban Krakatau Steel yang telah memberikan ruang kinerja positif.

“Yang kami lakukan adalah memperkuat bisnis inti baja. Ini menjadi sangat penting agar fundamental kami semakin kuat dan kinerja positif bisa berlanjut secara signifikan,” ujar Utomo dalam paparan publik virtual, Selasa (25/11).

Ia juga menyoroti dukungan Danantara terhadap perseroan. “Support dari Danantara luar biasa. Dengan masuknya mereka di akhir tahun ini, working capital kami semakin disokong. Harapannya, dengan penguatan modal kerja, skala bisnis bisa diperbesar,” katanya.

Menurut Utomo, peningkatan skala bisnis akan mendorong efisiensi, menurunkan biaya risiko dan memperbaiki harga jual. Selain itu, KRAS juga bakal melakukan integrasi dua fasilitas utama, yakni hot strip mill. Integrasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi organisasi, menekan biaya produksi dan memperkuat rantai pasok dari slab hingga produk hot rolled coil (HRC) dan cold rolled coil (CRC).

Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Muhamad Akbar Djohan menambahkan, prospek industri baja nasional masih sangat menjanjikan. Dalam 5–10 tahun ke depan, konsumsi baja Indonesia diperkirakan tumbuh 5,3% per tahun, seiring meningkatnya pembangunan dan ekspansi industri.

Akbar menegaskan manajemen berkomitmen menjalankan transformasi menyeluruh yang mencakup perbaikan human capital, pengembangan bisnis hilir serta peningkatan kapasitas infrastruktur. Ia menyebut berbagai inisiatif transformasi mulai menunjukkan hasil, tercermin dari lonjakan harga saham KRAS yang telah naik sekitar 300% tahun ini.

Harga Saham KRAS Melambung 300% Sejak Awal Tahun

Sementara itu, harga saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus menunjukkan penguatan signifikan sepanjang tahun berjalan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hari ini, saham KRAS telah meroket 298,02% secara year to date (ytd). Pada perdagangan hari ini, harga saham emiten pelat merah tersebut naik 3,08% atau 12 poin ke level 402.

Akbar menyatakan lonjakan harga saham KRAS sepenuhnya merupakan respons pasar, bukan karena informasi material yang belum diumumkan atau pergerakan pihak tertentu.

“Fluktuasi saham KRAS ini murni didorong oleh respons pasar. Tidak ada informasi atau kejadian material yang belum kami sampaikan. Fokus kami adalah menjalankan transformasi operasional, efisiensi biaya, dan memperkuat fundamental jangka panjang,” ujar Akbar.

Akbar menambahkan, setiap informasi material selalu disampaikan melalui keterbukaan informasi. Krakatau Steel, kata dia, tetap fokus menjalankan program transformasi, mulai dari efisiensi operasional, perbaikan struktur biaya energi hingga optimalisasi portofolio anak usaha. Semua langkah tersebut diyakini akan memperkuat fundamental perusahaan dalam jangka menengah dan panjang.

“Kami juga membuka ruang kolaborasi dengan strategic partner, terutama pemain industri global, untuk memperkuat sinergi dengan Krakatau Steel Group,” ujarnya.

Menurut Akbar, beberapa investor mulai merespons positif inisiatif transformasi yang sedang dijalankan, termasuk restrukturisasi operasional dan peluang peningkatan permintaan baja seiring proyek hilirisasi industri nasional. 

Akbar menegaskan komitmen perseroan untuk menjaga tata kelola yang kuat, kinerja yang transparan, serta konsistensi eksekusi program kerja. Ia juga menyebut Krakatau Steel kini telah masuk dalam ekosistem Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang akan mengelola dana sekitar US$ 1 triliun.

Kinerja Keuangan KRAS hingga Periode September 2025

Merujuk laporan keuangannya, emiten pelat merah ini mencatatkan laba bersih US$ 22,17 juta atau setara Rp 370,19 miliar (dengan kurs Rp 16.692 terhadap dolar AS) hingga kuartal ketiga tahun ini. Kondisi ini berbalik dari rugi yang dicatatkan perseroan sebesar US$ 185,22 juta pada periode yang sama tahun lalu.   

Perusahaan baja ini membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 706,08 juta, naik 7,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 657,52 juta. Pendapatan perseroan berasal dari produk baja lokal sebesar US$ 483,55 juta dan produk baja luar negeri sebesar US$ 40,01 juta. Pendapatan dari produk nonbaja, yakni sarana infrastruktur sebesar US$ 161,38 juta, rekayasa dan konstruksi sebesar US$ 7,12 juta dan jasa lainnya sebesar US$ 14 juta. 

Seiring dengan naiknya pendapatan perseroan, KRAS juga mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan dari US$ 593,23 juta menjadi US$ 652,96 juta.

Salah satu penyebab KRAS mampu membalikkan rugi menjadi laba adalah adanya pos laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat dengan keringanan atas utang restrukturisasi mencapai US$ 156,74 juta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...