Geliat Pelayaran Jaya Hidup (PJHB) Bangun Tiga Kapal Baru Rp 158,4 Miliar

Nur Hana Putri Nabila
27 November 2025, 18:40
 PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), PJHB, kapal
Katadata
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Belum genap sebulan sejak menggelar initial public offering (IPO), PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) tengah membangun kapal pertamanya. Kapal ini merupakan satu dari tiga unit Landing Craft Tank (LCT) yang berasal menggunakan dana hasil IPO.

Direktur Utama Pelayaran Jaya Hidup Baru Go Sioe Bie mengatakan, proyek pembangunan kapal kini memasuki tahap awal dan menyelesaikan proses pembelian serta persiapan material utama. Pembangunan kapal ini menggunakan belanja modal sebesar Rp 158,4 miliar yang diperoleh dari IPO, yang seluruhnya dialokasikan untuk pembangunan tiga unit armada baru.

Pembangunan kapal pertama dilakukan bekerja sama dengan PT Untung Brawijaya Sejahtera. Ia menyebut aksi ini menjadi komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas angkutan laut dalam negeri. 

“Dengan dimulainya tahapan fabrikasi di lapangan, kami ingin menunjukkan transparansi dan keseriusan kami dalam memperluas kapasitas layanan bagi pelanggan di sektor pertambangan, energi dan logistik nasional,” kata CEO yang akrab disapa Abie dalam keterangannya, Kamis (27/11).

Selain itu, Abie menyebut pembangunan kapal pertama ditargetkan berjalan sesuai jadwal progresif galangan. Tiga kapal LCT yang sedang dibangun masing-masing memiliki panjang 72–75 meter dengan kapasitas sekitar 2.500 DWT. Nantinya kapal ini bakal mengangkut alat berat, mesin industri, serta kontainer untuk sektor pertambangan, migas, konstruksi, dan perkebunan.

“Momentum pembangunan kapal baru ini diharapkan menjadi katalis bagi persepsi investor terhadap prospek jangka menengah perseroan,” ujarnya.

PJHB merupakan perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang berupa alat berat dan kontainer. PJHB menggunakan kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) serta menyediakan jasa pengangkutan alat berat sejak tahun 2008.   

Sejak berdiri, perusahaan terus melakukan ekspansi dan pengembangan usaha demi memenuhi kebutuhan berbagai layanan kargo. PJHB melayani pengangkutan alat berat untuk industri minyak dan gas, pertambangan, serta perkebunan, seperti dump truck, excavator, wheel loader, bulldozer, trafo, dan derek.   

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perusahaan, PJHB memiliki kontrak dengan sejumlah konglomerat sejak 2010. Klien PJHB, antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO), yang terafiliasi oleh konglomerat RI Prajogo Pangestu.

PJHB juga memiliki klien besar di sektor jasa pertambangan dan logistik, seperti emiten Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Leighton Contractors Indonesia, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Trans Continent, Halcon Primo Logistics Pte. Ltd., serta PT Kuehne Nagel Indonesia (Kuehne+Nagel).

Selain itu Go Sio Bie juga menyebut saat ini sektor perkapalan tengah menjadi primadona. Misalnya, tercermin dari kinerja PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang mencatat kenaikan laba 267,7% dari kuartal ketiga tahun 2024 yang sebesar US$ 21,1 juta.

“Diproyeksikan industri perkapalan nasional masih akan terus tumbuh mengingat kebutuhan pasar yang semakin meningkat,” ujarnya.

 
 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...