IHSG Diramal Positif Jelang Akhir Pekan, Saham BMRI hingga ARTO Jadi Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham menjelang akhir pekan. Indeks diprediksi bergerak positif usai ditutup terkoreksi 0,65% ke 8.545.
“Kami perkirakan, IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave (iii), dapat dicermati area penguatan berikutnya pada area 8.660,” tulis Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana dalam risetnya, Jumat (28/11).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.491 dan 8.428. Sementara resistance terdekat berada di 8.616 dan 8.660.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), akumulasi beli di rentang Rp 4.560–Rp 4.840 dengan target harga di Rp 5.100–Rp 5.400, sementara level stoploss di bawah Rp 4.450.
Kemudian PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 284–Rp 290 dengan target harga di Rp 310–Rp 324, serta stoploss di bawah Rp 280.
Dia juga merekomendasikan saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) speculative buy pada level Rp 312–Rp 320 dengan target harga Rp 336 dan Rp 378, stoploss jika di bawah Rp 304.
Phintraco Sekuritas menilai IHSG mulai memasuki fase konsolidasi. Hal ini terlihat dari histogram MACD yang bergerak datar dan Stochastic RSI yang mulai melemah.
Kondisi tersebut menunjukkan momentum penguatan mulai mereda, sehingga IHSG berpotensi mengalami pullback untuk menguji MA5 sebagai support dinamis jangka pendek. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 8.500–8.600 pada perdagangan Jumat (28/11).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
