Emiten Bakrie (VKTR) Menang Tender 80 Bus Listrik TransJakarta
Emiten Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memenangkan tender pengadaan 80 bus listrik TransJakarta. Pengadaan bus listrik ini dilakukan dalam langka perluasan penggunaan dan peremajaan armada berbasis kendaraan listrik.
Direktur Operasional VKTR Teknologi Mobilitas, Bimo Kurniatmoko mengatakan, pihaknya telah mengirimkan 50 unit kepada TranJakarta pada tahun ini. Sedangkan sebanyak 30 unit akan dikirimkan pada tahun depan.
“Tentu kami terus mendukung kebijakan Pemprov DKI dalam hal ini dengan Transjakarta untuk meluaskan pengadaan armada maupun permajaan armada berbasis kendaraan listrik,” kata Bimo dalam paparan publik VKTR secara virtual, Jumat (5/12).
Ia memastikan, VKTR memasuki fase pertumbuhan penjualan yang lebih kuat pada 2025, ditopang meningkatnya volume penjualan kendaraan listrik. Segmen manufaktur suku cadang juga diproyeksikan tetap stabil dan menjadi fondasi arus kas yang solid.
Kontribusi dari segmen kendaraan listrik diperkirakan meningkat secara signifikan pada tahun depan, didorong penyelesaian pengiriman 30 unit bus TransJakarta pada awal tahun. LalubBisnis suku cadang pun diproyeksikan tetap stabil dan berkontribusi konsisten sekaligus menjaga ketahanan arus kas perusahaan.
Belanja Modal Tahun Depan
Ia menyebut perusahaansaat ini telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) terutama untuk pembebasan lahan di PT VKTR Sakti Industries (VKTS) sebagai lokasi pembangunan fasilitas perakitan pada tahun ini. Sedangkan belanja modal pada tahun depan diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 miliar.
Sekitar 20% dialokasikan untuk pembelian dan pengembangan prototipe atau kegiatan R&D, sedangkan 80% sisanya ditujukan untuk kebutuhan after-sales maintenance. Ia menyebut, investasi yang dibutuhkan VKTR cukup besar, mulai dari penyediaan gudang suku cadang, fasilitas perbaikan, hingga pembangunan area kerja teknisi di berbagai lokasi yang memerlukan dukungan layanan purna jual.
“Dan ini relatively karena penjualan kita proyeksikan cukup besar, kami juga butuh fasilitas untuk after sales maintenance yang cukup besar juga,” ujarnya.
Kinerja Keuangan VKTR
VKTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 717 miliar pada Januari–September 2025, naik 11% secara tahunan dibandingkan Rp 646 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Kenaikan ini dicapai di tengah kondisi penjualan otomotif nasional yang masih lesu.
Perusahaan sebelumnya menyampaikan bahwa prospek penjualan kendaraan listrik akan lebih kuat pada 2025. Adapun porsi penjualan VKTR lebih besar pada semester II karena proses perakitan dalam negeri membutuhkan waktu lebih panjang. Proyeksi tersebut terbukti pada kinerja hingga September 2025, di mana penjualan kendaraan listrik melonjak dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pendapatan dari segmen manufaktur suku cadang tetap stabil dan mampu bertahan meski industri otomotif nasional turun lebih dari 25% year-to-date (YTD) per September 2025. Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 89% yoy, dari Rp 10,6 miliar pada kuartal ketiga 2024 menjadi Rp 1,1 miliar pada kuartal ketiga 2025.
Penurunan ini terutama dipicu oleh peningkatan beban usaha untuk mendukung ekspansi penjualan, termasuk biaya program uji coba produk dengan calon pelanggan. Meski demikian, perusahaan optimistis langkah strategis tersebut akan memperkuat pertumbuhan penjualan di periode berikutnya.
