Emiten Furnitur SOFA Banting Setir ke Pembangkit Sampah, Incar Proyek Danantara

Nur Hana Putri Nabila
5 Januari 2026, 08:57
Emiten
ANTARA FOTO/Ika Maryani/sg
Sejumlah peserta mengikuti lokakarya kreasi daur ulang tutup botol di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten produsen furnitur PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) kini berganti nama menjadi PT Solusi Environment Asia Tbk. Perubahan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung Kamis (18/12) lalu.

“Menyetujui perubahan nama dan tempat kedudukan Perseroan dari sebelumnya bernama PT Boston Furniture Industries Tbk, berkedudukan di Kabupaten Tangerang berubah menjadi PT Solusi Environment Asia Tbk, berkedudukan di Jakarta Selatan,” tulis manajemen dalam pengumuman resmi yang dikutip Senin (5/1). 

Seiring dengan perubahan nama, SOFA mengumumkan akan fokus mengembangkan usaha di bidang energi terbarukan hingga mengincar proyek pembangkit sampah Waste to Energy (WtE) Danantara. Tak hanya itu, SOFA pun melakukan perubahan besar pada struktur bisnis termasuk anak usaha. 

Direktur SOFA, Ezra Mohammed Dhanaguna, mengatakan perseroan telah menyetujui perubahan nama anak usaha PT Pratama Satya Prima (PSP) menjadi PT Parivarta Energi Nusantara (PEN), seiring rencana pengembangan usaha di bidang energi terbarukan pasca akuisisi. Dalam aksi itu, pemegang saham juga menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor PEN.

Seluruh tambahan modal akan diambil oleh PT Sebelas Bersaudara Sinergi yang menjadi pemegang saham baru PEN. Berdasarkan hasil kajian keekonomian, PEN membentuk konsorsium bersama Hunan Construction Engineering Group Co. dan Kintan Usahasama Sdn. Bhd. untuk mengikuti tender proyek waste-to-energy yang diselenggarakan oleh PT Danantara Investment Management.

“PEN telah memfokuskan kegiatan usahanya pada pengembangan kegiatan di bidang energi serta saat ini sedang dalam proses untuk memperoleh hasil tender,” kata Ezra dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (5/1). 

Kemudian Pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus PT Parivarta Energi Nusantara (PEN). Pada jajaran direksi, Marwah Khodijah ditunjuk sebagai Direktur Utama, dengan Ezra Mohammed Dhanaguna dan Romario Beckenbauer Yap masing-masing menjabat sebagai Direktur.

Sementara itu, susunan Dewan Komisaris PEN terdiri dari Denny Rizal sebagai Komisaris Utama dan Rhazie Fathoni Ertra sebagai Komisaris.

7 Lokasi Pembangkit Sampah hingga Nilai Investasi Capai Rp 91 Triliun

Sebelumnya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membuka putaran lelang proyek waste-to-energy atau Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk tujuh lokasi prioritas.  

“Kami akan buka untuk proses bidding-nya masukkan penawarannya,” kata CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Jumat, 7 November. 

Ketujuh lokasi yang dimaksud adalah Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, dan Medan Raya. Targetnya, proyek ini dapat rampung dan beroperasi selambatnya April 2026. 

Danantara sebagai pendukung investasi proyek sebelumnya telah mengumumkan 24 perusahaan asing yang lolos seleksi sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL. 

Mayoritasnya merupakan perusahaan asal Cina.  Nantinya, perusahaan yang mengikuti lelang harus membentuk konsorsium dengan mitra lokal, baik perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). 

Sedangkan dari segi pendanaan, Danantara membidik kuasai 30% saham di tiap proyek PSEL menggunakan Patriot Bond. Sebesar 70% sisanya bakal berasal dari pinjaman perbankan, baik asing maupun dalam negeri. 

Nilai investasi proyek ditaksir mencapai Rp 91 triliun, dengan investasi per proyek berkisar Rp 2,5 triliun sampai Rp 3,2 triliun. Proyek yang diklaim bakal atasi permasalahan timbunan sampah Indonesia ini ditargetkan dibangun di 33 lokasi, dengan per proyek mengelola 1.000 ton sampah per harinya. 

“Total investasinya mencapai kurang lebih Rp 91 triliun untuk di 33 daerah,” kata Rosan pada acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, Jumat, 10 Oktober.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...