IPO Titan Infra Kian Dekat, Sejumlah Sekuritas Disebut Kawal Listing di BEI

Karunia Putri
5 Januari 2026, 09:24
Titan Infra Energy
Titan Infra Energy
Titan Infra Energy
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sinyal penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Titan Infra Sejahtera kian menguat. Emiten penguasa jalur logistik batu bara di Sumatra itu disebut-sebut segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di kuartal I 2026. 

Sejumlah sekuritas pun disebut-sebut akan mengawal IPO penguasa jalur batu bara di sumatra tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar di pasar modal, IPO Titan Infra disebut akan dikawal oleh salah satu sekuritas yang sebelumnya menangani IPO PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Katadata.co.id telah mencoba melakukan konfirmasi terhadap isu yang beredar kepada sejumlah sekuritas.

Salah satu sekuritas yang mengawal IPO CDIA adalah Henan Putihrai Sekuritas. Senior Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas James Widjaja menyatakan belum dapat memberikan komentar terkait keterlibatan pihaknya dalam rencana IPO Titan Infra. 

Sementara itu, BCA Sekuritas juga disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengawal IPO Titan Infra. Presiden Direktur BCA Sekuritas Mardy Susanto belum menjawab pesan konfirmasi yang dikirimkan penulis sampai berita ini terbit.

Rencana IPO Titan Infra sejatinya telah mengemuka sejak 2024 dan sempat ditargetkan terealisasi pada 2025 dengan pelepasan sekitar 10% saham ke publik. Informasi tersebut juga pernah disampaikan dalam pemberitaan di laman resmi perusahaan.

Direktur Utama Titan Infra Sejahtera Suryo Suwignjo menyatakan, meski harga batu bara global mengalami tekanan, perusahaan tetap melanjutkan ekspansi secara terukur. Ia menambahkan, kinerja Titan Infra menunjukkan tren positif pada lima bulan pertama 2025.

“Reputasi dan brand awareness perusahaan yang semakin kuat di industri batu bara menjadi modal besar dalam menghadapi rencana IPO pada 2025,” ujar Suryo, seperti dikutip dari laman resmi perusahaan.

Saat ini, Titan Infra beroperasi melalui anak usahanya PT Servo Lintas Raya (SLR) yang mengelola jalan khusus batu bara (hauling road) sepanjang 118 kilometer dengan kapasitas angkut hingga 50 juta ton per tahun. Jalur tersebut menghubungkan wilayah Kabupaten Lahat, Muara Enim, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Sumatra Selatan, yang dikenal sebagai salah satu lumbung batu bara nasional.

Servo Lintas Raya juga terintegrasi dengan pelabuhan batu bara yang dioperasikan oleh PT Swarnadwipa Dermaga Jaya (SDJ), anak usaha Titan Infra. Saat ini, SDJ memiliki kapasitas penanganan sekitar 34 juta ton batu bara per tahun dan berencana meningkatkan kapasitas menjadi 45 juta ton per tahun.

Rencana IPO Emiten Jumbo

Bursa Efek Indonesia sebelumnya mengungkapkan akan ada dua emiten mercusuar atau lighthouse company yang melantai di bursa pada kuartal pertama 2026. Lighthouse company merupakan  perusahaan mercusuar yang umumnya memiliki dua karakteristik, yaitu minimum kapitalisasi pasar sebesar Rp 3 triliun dan porsi saham publik atau free float minimal 15%..

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna mengatakan, kedua calon emiten mercusuar tersebut berasal dari sektor infrastruktur dan pertambangan. Selain itu, terdapat tujuh perusahaan lain yang masuk dalam antrean atau pipeline IPO 2026 di luar kategori lighthouse.

Lighthouse ada dua, dari sektor infrastruktur dan mining,” kata Nyoman saat ditemui usai penutupan perdagangan di Main Hall BEI, Selasa (30/11). 

Sebelumnya, BEI juga mencatat terdapat sembilan calon emiten yang antre untuk IPO pada tahun depan. Berdasarkan klasifikasi aset mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, enam perusahaan dalam pipeline tersebut tergolong skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar. Satu perusahaan masuk kategori menengah dengan aset Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, sementara dua perusahaan lainnya tergolong skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.

Dengan skala aset dan jaringan infrastruktur yang dimiliki, pasar menilai Titan Infra berpeluang masuk dalam jajaran emiten besar yang meramaikan pipeline IPO BEI pada 2026.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...