Titan Infra Bersiap IPO di BEI: Ini Jejak Bisnis, Kinerja dan Profil Usaha
Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kedatangan calon emiten baru dari sektor energi, yakni PT Titan Infra Sejahtera. Tak hanya itu, emiten penyedia layanan logistik batu bara itu disebut-sebut bakal mencatatkan perdana sahamnya atau initial public offering (IPO) pada kuartal pertama 2026.
IPO perusahaan infrastruktur tambang itu bahkan sempat digadang digelar pada 2025 lalu. Rencana Titan Infra untuk melantai di BEI sebelumnya sempat disampaikan perusahaan dalam salah satu pemberitaan yang dimuat di laman resmi. Tak hanya itu rencana IPO ini juga sudah diungkap pada 2024, dengan target melepas 10% saham.
Direktur Utama Titan Infra Sejahtera Suryo Suwignjo dalam pernyataan resmi menyatakan, meski harga batu bara global mengalami tekanan, perusahaan tetap melanjutkan ekspansi secara terukur. Ia menambahkan, kinerja Titan Infra menunjukkan tren positif pada lima bulan pertama 2025.
“Reputasi dan brand awareness perusahaan yang semakin kuat di industri batu bara menjadi modal besar dalam menghadapi rencana IPO pada 2025,” ujar Suryo, seperti dikutip dari laman resmi perusahaan.
Di tengah kabar IPO, sejumlah sekuritas pun disebut-sebut akan mengawal IPO penguasa jalur batu bara di sumatra tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar di pasar modal, IPO Titan Infra disebut akan dikawal oleh salah satu sekuritas yang sebelumnya menangani IPO PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).
Kabar IPO Titan Infra juga diperkuat usai BEI membeberkan ada dua emiten berskala jumbo yang masuk ke dalam light house company juga tercatat bakal mencatatkan sahamnya atau initial public offering (IPO) kuartal pertama 2026 ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna mengatakan, kedua perusahaan tersebut berasal dari dua sektor. Sementara itu, dia menyebut terdapat tujuh perusahaan yang ada di pipeline atau antrean yang di luar lighthouse company untuk tahun 2026.
“Lighthouse ada 2. Yang ada itu sektor infrastruktur dan pertambangan,” kata Nyoman ketika ditemui usai penutupan perdagangan BEI di Main Hall, Selasa (30/11).
Lalu bagaimana pundi-pundi kinerja, profil, hingga produksi perusahaan?
Profil Titan Infra Sejahtera
Berdasarkan laman resmi perusahaan, Titan Infra Sejahtera merupakan pemain utama di sektor logistik batu bara dan infrastruktur di Sumatera Selatan, Indonesia.
Titan Infra Sejahtera didirikan dan mulai beroperasi penuh pada 2017, mengelola rute pengangkutan batu bara sepanjang 118 kilometer yang melintasi Kabupaten Lahat, Muara Enim, dan Pali.
Operasi perusahaan dijalankan melalui afiliasinya, PT Servo Lintas Raya yang mengawasi jaringan jalan khusus pengangkutan batu bara. Sementara PT Swarnadwipa Dermaga Jaya di bidang fasilitas pelabuhan.
Selain itu perusahaan menyediakan solusi infrastruktur untuk mengakses cadangan batu bara yang melimpah di wilayah Sumatera Selatan, daerah yang masih kekurangan fasilitas transportasi dan ekspor. Dengan mengoperasikan jalan khusus angkutan batu bara dan fasilitas pelabuhan, PT Titan Infra Sejahtera memastikan transportasi batu bara berlangsung lancar dan efisien.
Perusahaan juga optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian regional maupun nasional. Adapun tujuan utama perusahaan adalah mengurangi ketergantungan pada jalan umum untuk transportasi batu bara sehingga menekan kemacetan, mengurangi risiko kecelakaan, menurunkan polusi udara, dan melindungi infrastruktur publik dari kerusakan akibat truk batu bara.
Jajaran direksi dan komisaris perusahaan sebagai berikut:
Dewan Direksi:
- Presiden Direktur: Suryo Suwignjo
- Direktur: Antonius Kristiadi
- Direktur: Antony Surianto
- Direktur: Melinda Aprilia
- Direktur: Victor Budi Tanuadji
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris: Handoko Anindya Tanuadji
- Komisaris: Ng Jin Hiok
Infrastruktur dan Fasilitas Titan Infra Sejahtera
Adapun dari jalan pengangkutan batu bara Titan Infra Sejahtera telah membangun sepanjang 118 km yang menghubungkan tambang regional ke pelabuhan.
Kemudian dari fasilitas pelabuhan perusahaan juga mengoperasikan fasilitas seluas 62 hektar, dikelola oleh PT Swarnadwipa Dermaga Jaya, anak perusahaan lainnya. Pelabuhan ini mendukung pemuatan dan ekspor batu bara secara efisien, memenuhi kebutuhan pembeli domestik maupun internasional.
Tak hanya itu PT Titan Infra Sejahtera juga mengelola dua tumpukan antara utama untuk pengolahan dan penimbunan batubara. Di antaranya tumpukan antara 107 seluas 65 hektar dengan kapasitas 800.000 ton, dilengkapi penghancur batu bara berkapasitas 23.000 ton per hari.
Kemudian tumpukan sementara 36 dengan luas 79 hektar dengan kapasitas 1.000.000 ton. Dilengkapi penghancur batu bara berkapasitas 30.000 ton per hari yang mendukung pengolahan batu bara skala besar.
Kinerja Operasional dan Mitra Logistik
Di samping itu Titan Infra Sejahtera secara konsisten mencatat pertumbuhan operasional yang kuat seiring meningkatnya permintaan pasar. Fasilitas jalan pengangkutan batu bara dan pelabuhan yang dimiliki perusahaan menjadi faktor kunci dalam menangani volume batubara yang besar setiap tahunnya:
- 2022: Mengangkut 14 juta ton (Mt) batubara.
- 2023: Volume meningkat menjadi 18,8 Mt, mencerminkan permintaan layanan yang lebih tinggi serta kapasitas infrastruktur yang berkembang.
- 2024: Volume naik lagi menjadi 21,6 Mt, menunjukkan kemampuan perusahaan menyesuaikan operasi dengan kebutuhan pasar..
Selain mengangkut batu bara sendiri, PT Titan Infra Sejahtera menjalin kemitraan strategis dengan pemilik tambang pihak ketiga di Sumatera Selatan. Perusahaan telah menandatangani perjanjian layanan logistik jangka panjang, khususnya dengan tambang di wilayah Muara Enim dan Lahat, yang dikenal kaya cadangan batu bara.
Berdasarkan penjelasan manajemen, saat ini layanan logistik dan infrastruktur PT Titan Infra Sejahtera telah dimanfaatkan oleh sejumlah pemain besar di industri batu bara. Di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anak usaha PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Mustika Indah Permai, PT Manambang Muara Enim, hingga PT Duta Bara Utama.
