Daftar 10 Orang Terkaya RI Awal 2026 versi Forbes, Prajogo dan Agoes Dirut BRMS
Daftar orang terkaya di Indonesia kembali mengalami perubahan seiring dengan persaingan yang terjadi di pasar. Berdasarkan data Forbes Billionaires per Selasa (6/1), konglomerat pemilik Grup Barito, Prajogo Pangestu, masih kokoh menempati posisi orang terkaya nomor satu di Tanah Air.
Nilai kekayaannya mencapai US$ 37,8 miliar atau setara Rp 633,07 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.748 per dolar AS). Di tingkat global, Prajogo berada di peringkat 55 orang terkaya dunia.
Sumber kekayaan Prajogo berasal dari gurita bisnis Grup Barito yang mencakup sektor energi, pertambangan, hingga logistik. Lonjakan harga saham emiten-emiten yang berada di bawah kendalinya, ditopang sejumlah aksi korporasi, menjadi pendorong utama kenaikan hartanya. Pada Juli tahun lalu, Prajogo juga membawa anak usahanya PT Chandra Asri Pacific Tbk (CDIA) melantai di BEI.
Di bawah Prajogo, posisi berikutnya ditempati Hartono bersaudara, yakni Budi Hartono dan Michael Hartono. Kekayaan masing-masing berselisih sekitar empat belas miliar dolar AS dari Prajogo. Namun jika digabung, total kekayaan Hartono bersaudara mencapai US$ 45,3 miliar.
Keduanya merupakan pengendali Grup Djarum, dengan portofolio bisnis yang mencakup sektor perbankan melalui PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), ritel PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), hingga investasi digital.
Namun, dari daftar orang terkaya di awal Januari 2026 ini, nama Agoes Projosasmito menjadi sorotan pasar. Agoes berhasil masuk jajaran 10 orang terkaya di Indonesia pada awal Januari 2026. Pada Desember lalu, Agoes yang merupakan Direktur Utama BRMS itu bertengger di urutan ke 11.
Masuknya nama Agoes terjadi seiring melonjaknya nilai bisnisnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Forbes mencatat kekayaan Agoes mencapai US$ 6,4 miliar atau sekitar Rp 107,18 triliun.
Jumlah kekayaan Agoes menempatkannya di peringkat 602 orang terkaya dunia. Kenaikan kekayaan tersebut tak lepas dari kinerja cemerlang perusahaan-perusahaan yang berada di bawah kendalinya.
Saat ini, Agoes menjabat sebagai Direktur Utama BRMS, Wakil Direktur Utama BUMI, serta Presiden Komisaris dan pengendali PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Agoes dikenal sebagai figur senior di industri keuangan dan pasar modal dengan pengalaman lebih dari empat dekade. Kariernya dimulai sebagai Head of Capital Markets PT Danareksa pada 1982. Ia kemudian menempati berbagai posisi strategis, antara lain Wakil Presiden Direktur DBS Securities Indonesia pada 1992–1995 dan Direktur Utama Danareksa pada 1995–2001.
Ia diangkat sebagai Komisaris Utama AMMN pada Februari 2021 dan menjabat Direktur Utama BRMS sejak Maret 2022. Selain berkiprah di pasar modal, Agoes juga memiliki jam terbang panjang di sektor pertambangan, termasuk sebagai Komisaris Utama Amman Mineral Internasional, Wakil Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara, Direktur Utama Ithaca Resources, serta Komisaris Utama Maduma Coal Energy.
Kinerja saham-saham yang berada di bawah kendali Agoes bersinar sepanjang 2025 dan diproyeksikan berlanjut pada 2026. Saham BRMS, misalnya, melonjak 193,98% secara tahunan atau year on year (yoy). Tahun ini, BRMS diperkirakan akan menangguk banyak emas, terutama dari Tambang Palu, seiring tren kenaikan harga emas global. Sentimen positif juga datang dari setelah BRMS sebagai konstituen MSCI Global Standard.
Sementara itu, BUMI juga diproyeksikan mendapat kebanjiran pasokan emas dan tembaga pada 2026. Perseroan telah menguasai 64,98% saham tambang emas Jubilee Metals Limited dan 100% saham tambang tembaga Wolfram Limited. Jubilee Metals Limited diperkirakan mulai melakukan kegiatan penambangan pada Juli 2026 dengan target produksi 9,89 ons emas.
Daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes di awal Januari 2026:
- Prajogo Pangestu: US$ 37,8 miliar atau setara dengan Rp 633,07 triliun
- Low Tuck Kwong: US$ 23,8 miliar atau setara dengan Rp 398,60 triliun
- R. Budi Hartono: US$ 21,5 miliar atau setara dengan Rp 360,08 triliun
- Michael Hartono: US$ 20,7 miliar atau setara dengan Rp 346,68 triliun
- Tahir & family: US$ 10,8 miliar atau setara dengan Rp 180,87 triliun
- Otto Toto Sugiri: US$ 10,1 miliar atau setara dengan Rp 169,15 triliun
- Haryanto Tjiptodihardjo: US$ 8,9 miliar atau setara dengan Rp 149,05 triliun
- Sri Prakash Lohia: US$ 8 miliar atau setara dengan Rp 133,98 triliun
- Marina Budiman: US$ 7,3 miliar atau setara dengan Rp 122,26 triliun
- Agoes Projosasmito: US$ 6,4 miliar atau setara dengan Rp 107,18 triliun
