Bursa Kripto Baru ICEX Resmi Hadir, Jadi Pesaing Kuat CFX
PT International Crypto Exchange (ICEX) resmi berdiri sebagai bursa kripto kedua di Indonesia. Anak usaha PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) akan menjadi pesaing PT Central Financial X (CFX) yang sebelumnya menjadi satu-satunya bursa kripto di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun LinkedIn pribadinya, pendiri sekaligus CEO Tokocrypto Pang Xue Kai mengumumkan dirinya telah ditunjuk sebagai Presiden Direktur ICEX. Selain itu, Rizky Indraprasto dipercaya mengisi posisi Chief Financial Officer, sementara Andrew Marchen ditunjuk sebagai Chief Technology Officer.
Penunjukan jajaran pejabat tersebut telah mengantongi persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan OJK Nomor KEP-28/D.07/2025 tertanggal 19 Desember 2025.
ICEX berada di bawah naungan PT Fortuna Integritas Mandiri, perusahaan yang disebut-sebut mendapat dukungan dari taipan Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
“Saya memimpin bursa kripto Indonesia yang terbuka, transparan, inklusif, dan inovatif, dengan fokus pada layanan business to business (B2B) dan institusional,” tulis Pang Xue Kai dalam unggahan LinkedIn nya, dikutip Rabu (7/1).
Ia menjelaskan, ICEX akan menitikberatkan pengembangan tokenisasi real world assets (RWA), layanan kustodian kripto serta inisiatif stablecoin nasional. Melalui pendekatan tersebut, ICEX diharapkan dapat menjembatani investor global dengan ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Sebagai self-regulatory organization (SRO) yang perannya disetarakan dengan bursa saham global seperti IDX, Nasdaq atau New York Stock Exchange (NYSE), ICEX mengemban fungsi bursa, kliring, dan kustodian.
Menurut Kai, peran tersebut penting untuk mendorong pertumbuhan pasar kripto melalui penyelesaian transaksi yang efisien serta penyimpanan aset yang aman, sehingga dapat meningkatkan perlindungan nasabah, kepercayaan pasar, likuiditas dan integritas sistem, khususnya untuk adopsi institusional.
Dalam pernyataannya, Kai menegaskan tanggung jawabnya mencakup pengelolaan operasional strategis dan pengembangan inovasi fintech dan blockchain kelas institusional. Ia juga menekankan pentingnya penerapan kepatuhan terhadap regulasi OJK, penguatan manajemen risiko, pengembangan kemitraan global, serta percepatan proyek tokenisasi RWA, layanan kustodian, dan stablecoin sebagai motor pertumbuhan perusahaan.
Para pelaku pasar sebelumnya telah mendapat bocoran mengenai pengajuan izin pendirian bursa kripto baru ini ke OJK. Beberapa nama yang santer beredar turut mengajukan perizinan, antara lain mantan Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury dan Pang Xue Kai.
Selain itu, informasi lain yang beredar juga menyebutkan bahwa bursa kripto ini turut mendapat dukungan dari sejumlah investor besar, termasuk Haji Isam serta Hapsoro Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI Puan Maharani.
