Daftar 10 Emiten Bank Kelas KBMI 1 yang Disorot OJK, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Karunia Putri
9 Januari 2026, 19:38
bank kbmi 1, ojk, emiten bank,
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman (kedua kiri) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi (kiri) mengikuti acara penutupan perdagangan BEI tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sebanyak 10 emiten perbankan masuk kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1 atau dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun, dan diminta Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk naik kelas menjadi KBMI 2. Bagaimana prospek sahamnya?

OJK menyurati bank-bank KBMI 1 pada akhir Oktober 2025 untuk memperkuat permodalan, melalui konsolidasi atau langkah strategis lainnya. Hal ini menyusul langkah otoritas yang membuka opsi penghapusan kategori bank KBMI 1.

Berdasarkan Statistik Perbankan OJK per Juni 2025, terdapat 61 bank berstatus KBMI 1 dengan total 3.474 kantor. Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, 10 di antaranya tercatat di Bursa Efek Indonesia atau BEI, yakni:

  1. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)
  2. PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU)
  3. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR)
  4. PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)
  5. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  6. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC)
  7. PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA)
  8. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
  9. PT Bank Ganesha Tbk (BGTG)
  10. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)

Katadata.co.id juga merangkum besaran modal inti beberapa emiten bank yang masuk kategori KBMI 1, merujuk pada laporan keuangan hingga kuartal III 2025, di antaranya

  • PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR): Rp 3,83 triliun
  • PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU): Rp 3,82 triliun
  • PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB): Rp 4 triliun
  • PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO): Rp 3,35 triliun
  • PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI): Rp 3,39 triliun
  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK): Rp 3,24 triliun

Senior Analyst Research Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, saham emiten KBMI 1 belum direkomendasikan untuk dibeli.

“Rata-rata saham mereka kurang likuid dan valuasinya cenderung tinggi. Biasanya pergerakan akan membaik kalau ada aksi korporasi seperti merger atau right issue untuk meningkatkan modal dan likuiditas,” ujar Nafan kepada Katadata.co.id pada Jumat (9/1).

Alasan OJK Minta Bank KBMI 1 Perkuat Modal

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan imbauan formal untuk memperkuat fundamental, lewat surat, sudah dikirim sejak akhir Oktober 2025.

Kebijakan untuk mendorong bank KBMI 1 meningkatkan modal, merupakan bagian dari strategi OJK memperkuat struktur dan ketahanan perbankan nasional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dian menuturkan, penguatan permodalan dan kapasitas bank menjadi penting di tengah percepatan digitalisasi, ketidakpastian ekonomi global, peningkatan risiko siber dan tuntutan transformasi teknologi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan perbankan nasional.

“Pendekatan OJK saat ini masih bersifat persuasif. Kami mendorong dan mungkin juga akan memberikan insentif kepada bank yang melakukan konsolidasi,” ujar kata Dian dalam Rapat Dewan Komisioner OJK pada November 2025.

Menurut Dian, OJK tidak ingin bank-bank KBMI 1 hanya sekadar bertahan secara bisnis, tetapi juga mampu berkontribusi memperkuat sistem perbankan nasional.

Ia menambahkan, meski pengelompokan bank masih berbasis modal inti, dalam praktik pengawasan OJK juga mempertimbangkan faktor lain seperti kesiapan transformasi digital, infrastruktur teknologi, keamanan siber, dan manajemen risiko. Faktor-faktor ini kini menjadi bagian dari dialog pengawasan dan akan memengaruhi penyempurnaan kerangka klasifikasi bank ke depan.

OJK menilai bank-bank kecil masih memiliki ruang untuk memperkuat modal dan meningkatkan skala usaha, baik melalui cara organik maupun anorganik.

Otoritas juga meminta bank-bank KBMI 1 melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja bisnis, permodalan, kualitas aset, tata kelola dan prospek jangka panjang. Bank diminta mengidentifikasi opsi penguatan modal serta peluang konsolidasi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...