Geliat Eksplorasi Jumbo AMMN, MEDC, hingga ANTM

Nur Hana Putri Nabila
12 Januari 2026, 14:23
tambang
SKK Migas
Ilustrasi kegiatan eksplorasi di laut lepas oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Emiten migas tersebut terus menggenjot aktivitas eksplorasi di wilayah Corridor dan Rawa Telisa sepanjang kuartal keempat 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten tambang hingga migas tengah menggeber eksplorasi untuk mencari cadangan baru. Di antaranya PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), hingga PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Medco Energi Internasional melalui anak usahanya Medco E&P Grissik Ltd. terus menggenjot aktivitas eksplorasi di wilayah Corridor dan Rawa Telisa sepanjang kuartal keempat 2025. Total belanja eksplorasi bruto MEDC sekitar US$ 43,61 juta atau Rp 734,22 miliar, dengan biaya bersih Medco sekitar US$ 30,53 juta atau Rp 513,95 miliar. 

Di wilayah Corridor area Rebonjaro, Medco menggelontorkan dana eksplorasi US$ 16,4 juta (gross) atau US$ 11,48 juta (net) untuk melakukan akuisisi seismik 3D. Hingga akhir Desember 2025, proses pengolahan data seismik masih berlangsung. Berdasarkan rencana kerja, Medco menargetkan pengeboran satu sumur eksplorasi pada 2026 seusai interpretasi seismik rampung.

Sementara itu di Corridor area Sumpal, Medco juga menjalankan survei seismik 3D dengan nilai investasi US$ 22,36 juta (gross) atau US$ 15,65 juta (net). Proses pengolahan data masih berjalan.

Selain survei seismik, Medco juga menyelesaikan pengeboran sumur eksplorasi Rawa Telisa-1 dengan biaya US$ 4,85 juta (gross) atau US$ 3,39 juta (net). Aktivitas yang dilakukan mencakup drilling dan well testing.

Aneka Tambang (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan kegiatan eksplorasi untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 dengan total pengeluaran mencapai Rp 245,76 miliar, difokuskan pada komoditas emas, nikel, dan bauksit.

Adapun untuk emas, ANTM melakukan kegiatan eksplorasi di Pongkor, Jawa Barat, meliputi pengeboran bawah tanah, pengeboran permukaan, pemetaan geologi, dan pengambilan contoh.

Sementara itu, eksplorasi nikel dilakukan di Konawe Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, serta di tambang anak usaha PT Sumberdaya Arindo (PT SDA) di Buli, Maluku Utara. Eksplorasi di Konawe Utara mencakup pengeboran single tube, pemetaan geologi, pengukuran grid, percontohan core, geofisika resistivity, dan analisis laboratorium. 

Di Pomalaa, ANTM melakukan pengeboran single tube, pemetaan, percontohan core, dan analisis laboratorium.

“Sedangkan kegiatan eksplorasi di daerah Buli oleh PT SDA, antara lain meliputi pengeboran single tube, pemetaan geologi, pengukuran grid dan percontohan,” demikian tertulis laporan ANTM dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (12/1). 

Kemudian eksplorasi bauksit di Tayan, Landak, Mempawah, dan Toho di Kalimantan Barat eksplorasinya mencakup pembuatan sumur uji, pemetaan geologi, pengambilan contoh, dan analisis kimia. Di Toho, Unit Geomin melaksanakan eksplorasi terintegrasi mulai dari survei area, geologi, geofisika, pengeboran, pengujian fisik dan kimia, hingga perhitungan cadangan, semuanya didukung sistem GIS.

AMMN Genjot Eksplorasi Blok Elang dan Rinti di Sumbawa

 Selama periode 1 Oktober–31 Desember 2025, PT Amman Mineral Internasional (AMMN) lewat anak usahanya PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), melakukan eksplorasi di Blok II (Elang) dan Blok III (Rinti) yang berlokasi di Sumbawa, Indonesia. Total pengeluaran eksplorasi untuk triwulan ini mencapai sekitar US$ 3,03 juta.

Di Blok Elang, eksplorasi meliputi pengeboran inti, pemetaan geologi, pengambilan sampel tanah dan batuan, serta pengujian laboratorium yang mencakup pengeboran infill. Hal itu untuk meningkatkan data dan memperkuat model geologi, eksplorasi di Gerbang Timur dan Sebu Timur untuk mengeksplorasi mineralisasi porfiri Cu-Au, serta pengeboran sterilisasi di area rencana waste dump Elang.  Sebanyak 18 lubang bor dengan total kedalaman 6.438,5 meter telah dilakukan, dengan 2.722 sampel inti dan 173 sampel geologi yang dikirimkan ke laboratorium.

Sementara itu, di Blok III Rinti, AMNT melakukan pengeboran eksplorasi dan pemetaan geologi untuk menilai potensi mineralisasi porfiri Cu-Au di bawah lithocap Barat Daya Sane dengan biaya sekitar US$ 226 ribu. Dua lubang bor telah selesai atau sedang berlangsung, dengan total kedalaman 1.033,4 meter, dan 313 sampel inti serta 2 sampel geologi dikirim ke laboratorium pengujian.

“Rencana selanjutnya melanjutkan pengeboran eksplorasi menggunakan 1 rig di zona lithocap Barat Daya Sane,” demikian tertulis dalam laporan AMMN. 

Sementara itu, tidak ada kegiatan eksplorasi lapangan yang dilakukan di Blok I (Batu Hijau) dan Blok IV (Lampui).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...