Aksi Jual Berjilid-jilid, Chengdong Lepas 3,7 Miliar Saham BUMI
Chengdong Investment Corporation terus mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Kini, porsi saham yang dikuasai perusahaan investasi asal China di emiten Grup Bakrie tersebut berada di bawah 5%.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang dirilis pada Selasa (13/1), sejak 23 Desember lalu, tercatat sudah 17 kali Chengdong melakukan divestasi di BUMI. Aksi itu berlangsung secara bertahap, di saat saham emiten batu bara itu mengalami reli berjilid-jilid hingga menyentuh harga tertinggi sepanjang masa Rp 464 per unit pada 5 Januari.
Data transaksi menunjukkan, Chengdong melego sebanyak 224 juta saham BUMI di harga Rp 383 per unit pada 23 Desember lalu. Selanjutnya, pada hari yang sama, perusahaan asing itu melepas lagi 300 juta sahamnya di harga Rp 386 per unit.
Pada 24 Desember, Chengdong tercatat dua kali melakukan penjualan sahamnya di BUMI. Yang pertama berjumlah 300 juta saham di harga Rp 374. Sementara yang berikutnya berjumlah 57,4 juta saham di harga Rp 366.
Divestasi berlanjut pada 29 Desember tatkala Chengdong melego 300 juta sahamnya di harga Rp 363, serta 255 juta saham lagi di harga Rp 367. Keesokannya, di hari terakhir perdagangan bursa 2025, perusahaan asal negeri tirai bambu itu lagi-lagi menjual hampir 255 juta saham BUMI di harga Rp 365.
Memasuki 2026, Chengdong kembali melakukan divestasi sebanyak tiga kali pada 2 Januari. Total saham yang dilepas mencapai 600 juta saham dengan harga penjualan berkisar Rp 393 hingga Rp 409 per unit.
Pada 5-7 Januari, perusahaan investasi China itu tercatat lima kali menjual sahamnya dengan total volume lebih dari 1,2 miliar di harga Rp 461. Selain itu, ada 161,3 juta saham lain yang dilepas di harga Rp 460 pada 7 Januari saja.
Terakhir, Chengdong menjual 50,8 juta sahamnya lagi di harga Rp 453 pada 8 Januari lalu. Dengan begitu, Chengdong telah melepas total 3,7 miliar saham BUMI sepanjang 23 Desember 2025 hingga 8 Januari lalu.
Setelah aksi jual besar-besaran ini, saham BUMI yang dimiliki Chengdong menyusut dari 5,99% menjadi 4,99%. Saham BUMI melonjak lebih dari 200% sepanjang 2025.
