DPR Seleksi Tiga Calon Deputi Gubernur BI Pekan Ini, Termasuk Thomas Djiwandono

Ade Rosman
20 Januari 2026, 11:15
Komisi XI DPR,
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (kanan) bersama Wakil Ketua Komisi XI DPR Mohamad Hekal (tengah), dan Fauzi H Amro (kiri) memimpin rapat kerja bersama Gubernur Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menerima tiga nama yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto untuk untuk menempati posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Mereka akan dipilih untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri.

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun menjelaskan, pihaknya menerima Surat Presiden (Surpres) yang berisi ketiga nama tersebut. Komisi XI rencananya akan menggelar rapat internal untuk menentukan waktu uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur BI pada Selasa (20/1).

“Ya pokoknya (fit and proper test) minggu ini lah, mau hari apa yang penting kan hari kerja,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).

Adapun, tiga nama yang diusulkan Prabowo ke DPR yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M Juhro.

Thomas yang juga merupakan keponakan Prabowo saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Kemudian Dicky Kartikoyono saat ini tercatat menjabat aktif sebagai kepala departemen kebijakan sistem pembayaran BI, sedangkan Solikin M. Juhro menduduki kursi kepala departemen kebijakan makroprudensial BI.

Pencalonan Thomas dalam bursa calon deputi BI memicu kekhawatiran pelaku pasar terkait gangguan independensi BI. Namun, Misbakun meyakini status Thomas yang merupakan keponakan Prabowo tak akan memengaruhi institusi.

“Enggak, apa kaitannya dengan independensi? Menurut kalian apa yang berkaitan dengan independensi? Jangan sampai kemudian urusan-urusan yang sifatnya insinuatif seperti itu kemudian dijadikan isu untuk mendegradasi soal kemampuan Pak Tomy sendiri,” kata Misbakhun.  di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1). 

Ia berpandangan, di luar statusnya sebagai keponakan Prabowo, Thomas memiliki kapasitas yang memadai untuk menduduki kursi jabatan itu. 

“Orang tua beliau juga pernah menjadi Gubernur Bank Indonesia. Apa yang diragukan? Kalau hubungan dengan Pak Presiden, itu kan jangan kemudian dijadikan alasan,” kata Misbakhun.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungan terhadap Wakil Menteri Keuangan untuk masuk ke Bank Indonesia. Purbaya mengatakan, posisi tersebut akan memperluas pengalaman Thomas.  

“Ya baguslah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Sudah di fiskal, sekarang kalau masuk ke moneter kan bagus. Saya mendukung,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).  

Purbaya juga berpandangan, masuknya Thomas dalam daftar calon Deputi Gubernur BI tak akan berpengaruh pada independensi lembaga tersebut. 

“Enggak ada yang aneh. Kalau independensi enggak ada hubungannya, kecuali nanti pada waktu mengambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan enggak ada, jadi BI independen,” kata Purbaya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...