Samuel Sekuritas Bakal Boyong 5 Perusahaan IPO di BEI Tahun Ini
PT Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan bakal memboyong sejumlah perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran perdana saham publik atau initial public offering (IPO) pada tahun ini.
Managing Director Samuel Sekuritas, Harry Su menyampaikan, brokernya berharap dapat membantu sedikitnya lima perusahaan melaksanakan IPO atau menggelar aksi korporasi lainnya di pasar modal Indonesia.
Dia menjelaskan, perusahaan yang sedang dalam pipeline itu berasal dari sektor keuangan, farmasi, ritel komoditas, hingga teknologi atau elektronik. Namun ia masih enggan mengungkapkan detail ukuran kapitalisasi pasar masing-masing karena rencana ini masih didiskusikan.
“Sampai saat ini, struktur maupun kapitalisasi masih dalam tahap diskusi,” kata Harry kepada Katadata, Selasa (20/1).
Seiring dengan rencana aksi korporasi tersebut, Harry mengungkapkan pihaknya belum dapat membawa IPO emiten-emiten tersebut di kuartal pertama tahun ini.
“Enggak ada (IPO underwriter Samuel Sekuritas) di kuartal 1,” kata dia.
Samuel Sekuritas terakhir kali menjadi penjamin emisi efek atau underwriter untuk IPO PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang melantai pada 8 Desember lalu. Melalui IPO tersebut, RLCO sukses meraup dana Rp 105 miliar dengan melepas 625 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor.
Harga saham emiten eksportir sarang burung walet tersebut melonjak drastis pasca-IPO. Harga sahamnya naik 5.078%. Dari harga penawaran Rp 168 per saham pada IPO, kini harga saham RLCO bertengger di level Rp 8.700 per saham.
Selain RLCO, Samuel Sekuritas juga tercatat menjadi salah satu underwriter IPO emiten pelat merah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang listing pada 24 Februari 2023. Lalu, Samuel Sekuritas juga mengantarkan beberapa emiten lain untuk melantai di bursa, seperti PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), PT Era Digital Media Tbk (AWAN), dan PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK).
Pada 2024, Samuel Sekuritas juga menjadi underwriter IPO PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII), PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE), PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLD), dan PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS). Sementara pada 2025, perusahaan ini membawa PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) ke papan perdagangan BEI.
7 Calon Emiten IPO di Pipeline BEI
Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya mengumumkan, ada tujuh perusahaan calon emiten yang mengantre untuk mencatatkan saham perdananya hingga saat ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat lima entitas dengan aset skala besar atau yang memiliki aset di atas Rp 250 miliar.
Kemudian ada satu perusahaan dengan aset skala menengah, atau aset antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar, dan satu perusahaan memiliki aset skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar.
“Sampai dengan 15 Januari 2026, terdapat 7 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” kata Nyoman dalam keterangannya dikutip Senin (19/1).
Jika mengacu pada sektor usaha, calon emiten tersebut memiliki latar belakang yang beragam. Di antaranya ada satu perusahaan dari sektor material dasar, satu perusahaan dari sektor energi, dua perusahaan dari sektor keuangan, satu perusahaan sektor industri, satu perusahaan sektor teknologi, serta satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
