Bos BI Akui Riuh Pencalonan Deputi Gubernur BI Ikut Seret Rupiah Melemah

Ade Rosman
21 Januari 2026, 16:41
BI, prabowo, thomas djiwandono, pelemahan rupiah
ANTARA FOTO/Fauzan/nz
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo penyampaian hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (28/7/2025). Berdasarkan hasil rapat tersebut, KSSK menyatakan bahwa stabilitas sistem keuangan pada triwulan II tahun 2025 tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengakui, bursa pencalonan deputi gubernur Bank Indonesia turut menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah. Dari tiga nama calon deputi Gubernur BI, salah satunya adalah keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat wakil menteri keuangan.

"Kami tegaskan bahwa proses pencalonan deputi gubernur adalah sesuai undang-undang, tata kelola, dan tentu saja tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas dan kewenangan Bank Indonesia," ujar Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Rabu (21/1). 

Perry juga menegaskan bahwa pengambilan keputusan di Bank Indonesia dilakukan oleh Dewan Gubernur secara kolektif kolegial. Rekomendasi keputusan dirumuskan dan direkomendasikan melalui komite-komite yang ada.

Proses pengambilan kebijakan di Bank Indonesia tetap kami pastikan dilakukan secara profesional dengan tata kelola yang kuat. Tentu saja bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah," ujar dia.

Di sisi lain, Perry menyebut sejumlah faktor global yang turut mempengaruhi melemahnya rupiah yakni geopolitik, kebijakan tarif Amerika, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta kondisi-kondisi lain yang menyebabkan dolar menguat. Kondisi tersebut menyebabkan terjadi aliran modal keluar dari emerging market ke negara maju termasuk Amerika.

“Modal asing keluar dari investasi portofolio sebesar US$ 1,6 miliar hingga 19 Januari 2026,” kata dia. 

Selain itu, menurut dia, terdapat sejumlah faktor domestik lain yang juga menjadi penyebab rupiah melemah, yaitu meningkatnya kebutuhan valas yang besar dari sejumlah korporasi termasuk oleh Pertamina, PLN, serta danantara. 

Perry mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah. “Cadangan devisa kami cukup besar dan lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” katanya.  

Akui Dirinya yang Calonkan Thomas 

Pada kesempatan itu, Perry juga mengaku bahwa nama Thomas diajukan olehnya sebagai pengganti Juda Agung di kursi dewan gubernur BI.  

“Saya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 14 Januari 2026 menyampaikan kepada Bapak Presiden rekomendasi usulan tiga calon Deputi Gubernur,” katanya. 

Selain Thomas, dua nama lainnya yakni Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro juga diajukan olehnya. Presiden lalu menyampaikan usulan Perry ke Dewan Perwakilan Rakyat. 

“Kami tentu saja serahkan sepenuhnya kepada DPR untuk memberikan persetujuan terhadap salah satu dari tiga orang calon Deputi Gubernur tersebut,” kata dia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...