IHSG Diprediksi Turun, Analis Rekomendasikan Saham MBMA, BMRI, BRIS hingga HRUM

Nur Hana Putri Nabila
22 Januari 2026, 06:41
ihsg, bursa, saham
Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berada di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan harga saham saat pembukaan perdagangan tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melanjutkan tren negatif pada perdagangan hari Kamis (22/1). IHSG diprediksi bergerak negatif usai ditutup terkoreksi 1,36% ke 9.010 pada perdagangan Rabu (21/1).

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mewaspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang area 9.026–9.054 yang merupakan bagian dari wave (iv) dari wave 5., mengatakan pergerakan IHSG kini masih didominasi tekanan jual bahkan ditutup terkoreksi.

“Adapun area penguatan berada di 9.026–9.054,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (22/1). 

 MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.956 dan 8.905. Sementara resistance terdekat berada di 9.120 dan 9.192.

 Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) akumulasi beli di rentang Rp 745–Rp 775 dengan target harga di Rp 825–Rp 880, sementara level stoploss di bawah Rp 735. 

Lalu buy on weakness saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) di level Rp 3.480–Rp 3.530 dan target harga ke Rp 3.640–3.870. Selain itu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) direkomendasikan sell on strength di level Rp 5.000–5.050.

Sedangkan Phintraco Sekuritas menyebut terkoreksinya IHSG ke level 9.010,33 (-1,36%) pada perdagangan Rabu (21/1) dipicu oleh aksi profit taking setelah indeks mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya.

Hal ini diperkuat oleh memburuknya sentimen domestik menyusul keputusan Presiden Prabowo mencabut izin 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan akibat pelanggaran lingkungan.

Tekanan jual berlangsung lintas sektor, dengan sektor industri (-6,33%), properti (-3,44%), dan transportasi (-3,04%) menjadi penekan utama pergerakan indeks.

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, disertai penyempitan area positif MACD serta stochastic RSI yang bergerak turun dari area overbought.

“Sehingga membuka peluang lanjutan koreksi dengan potensi pengujian area support di kisaran 8.950–9.000,” tulis Phintraco dalam risetnya, Kamis (22/1).

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...