IHSG Diramal Masih Konsolidasi, Analis Rekomendasikan Saham AADI, BBCA, PGAS
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi masih akan melanjutkan konsolidasi pada perdagangan hari ini, Selasa (27/1). Analis merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di tengah potensi tekanan indeks.
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG diperkirakan membentuk pola leading diagonal jika turun ke bawah level 8.837. Menurut Ivan, IHSG masih berpeluang mengalami rebound terbatas yang membentuk wave b, sebelum kembali melanjutkan koreksi pada wave c sebagai fase akhir dari pola tersebut.
Namun pada skenario berbeda, menurut dia, terdapat peluang bagi indeks untuk melanjutkan penguatan dan menguji kembali area resistance di 9.100 jika IHSG mampu menembus level 9.045. Ia memperkirakan level support IHSG hari ini berada di level 8.837, 8.773, 8.619 dan 8.525, sedangkan resistance di level 9.100, 9.174, 9.261 dan 9.335.
"Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (27/1).
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.
Ivan pun memberikan sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor, yakni:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), beli di level 7.850 – 8.000 dengan target harga terdekat di 8.650
- PT Astra International Tbk (ASII), beli di level 6.500 – 6.600 dengan target harga terdekat di 6.900
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), tahan penjualan (hold) dengan target harga terdekat di 8125
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), beli di level 3.700 – 3.750 dengan target harga terdekat di 4.070
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT), beli di level 2.100 – 2.250 dengan target harga terdekat di 2.750.
Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas menyatakan secara teknikal pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Indikator Stochastic RSI tercatat berada di area oversold, tetapi belum memberikan sinyal pembalikan arah (reversal).
Di sisi lain, histogram negatif pada indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) justru semakin melebar, yang mengindikasikan tekanan masih berpotensi berlanjut. Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak mendatar dalam rentang 8.850 hingga 9.100.
Phintraco Sekuritas mencatat sejumlah sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Harga emas melesat ke level tertinggi baru dan mendekati US$ 5.100 per ons. Kenaikan harga harga emas dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian politik dan perdagangan global.
Dari sisi kebijakan, Kementerian Keuangan tengah menyiapkan Surat Berharga Negara (SBN) valuta asing domestik khusus sebagai instrumen penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam. Skema penerbitan SBN valas ini akan menyerupai mekanisme yang pernah diterapkan pemerintah dalam
Adapun saham-saham yang direkomendasikan Phintraco untuk dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
