Tambang Emas Pani Masuk Tahap Akhir, EMAS Bidik Produksi di Kuartal I 2026

Karunia Putri
28 Januari 2026, 08:28
Tambang Emas
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anak usaha MDKA
Ilustrasi aktivitas penambangan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha MDKA.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten tambang emas Grup Merdeka, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), semakin dekat dengan tahap produksi emas perdana di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Privinsi Gorontalo. Perseroan menargetkan produksi emas pertama dapat dimulai pada kuartal I 2026.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin menyampaikan, Tambang Emas Pani telah memulai proses irigasi fasilitas heap leach pada Selasa (27/1). Tahapan ini menjadi salah satu fase akhir sebelum realisasi produksi emas perdana sesuai target.

Dia menjelaskan, dalam proses heap leach, bijih emas yang telah dihancurkan ditumpuk di atas heap leach pad dan dialiri larutan kimia untuk melarutkan kandungan emas dan perak. 

Larutan kaya logam berharga (pregnant leach solution) selanjutnya dialirkan ke pabrik ADR (adsorption, desorption, and recovery) untuk diekstraksi dan dimurnikan hingga menghasilkan emas dan perak dalam bentuk dore bullion. Boyke menambahkan, fasilitas ADR Pani Gold Mine (PGM) telah menyelesaikan tahap komisioning dan siap memproses larutan tersebut.

“Proyek ini tidak hanya menjadi pendorong nilai jangka panjang bagi para investor, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Pohuwato melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan UMKM lokal,” ujar Boyke dalam keterangan resmi, Rabu (28/1).

Seiring pengembangan tahap awal melalui heap leach, EMAS juga mempercepat konstruksi fasilitas pengolahan carbon in leach (CIL) dengan kapasitas terpasang hingga 12 juta ton bijih per tahun. Target penyelesaian fasilitas ini dimajukan dari semula 2027 menjadi 2026, guna mendukung peningkatan kapasitas produksi emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Dari sisi sumber daya, Tambang Emas Pani memiliki cadangan bijih sekitar 4,8 juta ons emas dari total perkiraan sumber daya mineral lebih dari 7 juta ons emas. Dengan skala tersebut, Pani Gold Mine menjadi salah satu tambang dengan deposit emas primer terbesar di Indonesia.

Pada puncak produksi, Tambang Emas Pani berpotensi menghasilkan lebih dari 500.000 ons emas per tahun, sehingga menempatkannya sebagai salah satu tambang emas terbesar di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

Kendati demikian, pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengingatkan investor untuk tetap mencermati potensi volatilitas harga saham EMAS, mengingat fase awal produksi tambang umumnya diiringi sejumlah tantangan operasional.

“Selama perusahaan mampu menjaga disiplin eksekusi proyek dan stabilitas biaya, EMAS berpeluang menjadi salah satu saham emas unggulan di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Hendra.

Hendra menilai, prospek EMAS semakin menarik seiring perseroan memasuki fase produksi sebagai produsen emas baru di Indonesia. Katalis utama berasal dari dimulainya produksi emas Proyek Pani yang ditargetkan terealisasi pada kuartal pertama 2026.

Dari sisi eksternal, kinerja EMAS turut ditopang oleh harga emas global yang berada di level tertinggi sepanjang sejarah. Ketegangan geopolitik, ketidakpastian arah suku bunga global, serta meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai dinilai menjadi faktor pendukung.

Kondisi ini berpotensi menguntungkan EMAS, mengingat setiap kenaikan harga emas dapat langsung meningkatkan pendapatan dan profitabilitas, terutama jika biaya produksi dapat dijaga tetap terkendali.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...