Tangan-Tangan Danantara Masuk Bursa, Rosan Bocorkan Skenario Intervensi di BEI

Nur Hana Putri Nabila
30 Januari 2026, 16:14
Danantara
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan capaian realisasi investasi triwulan IV tahun 2025 saat konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara bersiap masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah intervensi ini terbuka seiring dengan rencana pemerintah merampungkan demutualisasi pada kuartal pertama 2026. 

Melalui skema demutualisasi, struktur kepemilikan BEI tidak lagi hanya dimiliki oleh perusahaan efek sebagai anggota bursa. Dengan demutualisasi BEI nantinya akan terbuka untuk dikuasai melalui kepemilikan saham oleh banyak pihak termasuk negara. 

Jalan masuk Danantara kian cepat seiring mundurnya Iman Rachman dari kursi direktur utama Bursa Efek Indonesia. Iman mengundurkan diri lebih cepat sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Padahal RUPSLB BEI baru akan digelar pada Juni 2026. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menjelaskan untuk menjaga pengawasan independensi bursa demutualisasi pasti akan ada perubahan yang diperundangkan. Selain itu aturan lanjutan akan dibuat melalui Peraturan OJK. 

“Kalau memang sekiranya harus ada perubahan-perubahan, kita akan lakukan secepatnya. Jadi artinya memang kalau memang sekiranya dan tentunya akan ada perubahan-perubahan ya kita akan lakukan,” kata Inarno dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1). 

Lalu soal Danantara akan jadi pemegang saham setelah demutualisasi, Inarno mengatakan OJK tentunya akan kaji dengan kondusif dengan proporsional 

“Kami akan welcome kepada siapapun pemegang saham ya, jadi kita tentunya akan welcome kepada itu sesuai dengan undang-undang,” tambahnya. 

Seiring dengan itu Danantara berencana masuk ke pasar modal Indonesia sebagai investor. Opsi itu bakal terbuka setelah proses demutualisasi rampung pada kuartal pertama tahun ini.

Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengatakan pihaknya terbuka untuk masuk sebagai investor BEI setelah proses demutualisasi rampung. 

“Kita terbuka, kalau sudah terjadi demutualisasi tentunya ada antara berkeinginan untuk masuk juga,” kata Rosan kepada wartawan di Wisma Danantara, Jumat (30/1). 

Terkait skema masuknya, Rosan mengatakan akan melihat struktur ke depan yang dinilai terbaik, tak terkecuali lewat penawaran perdana publik atau initial public offering (IPO). Sementara itu, untuk berapa besaran saham yang akan di masukkan, Rosan tak menjelaskan lebih lanjut. 

“Ya nanti kita lihat lah. Yang penting justru dengan keberanian kita ini kita ingin menjadi lebih baik dan lebih terbuka,” kata dia.

Rosan juga menyatakan Danantara akan masuk sendiri, tidak melalui sekuritas ataupun perusahaan BUMN. “No, bisa langsung. Bisa langsung,” katanya. Meski begitu Rosan mengatakan lembaganya terlebih dahulu akan menunggu aturan selesai. 

Demutualisasi Jalan Negara Intervensi ke BEI 

Rencana pemerintah merampungkan demutualisasi BEI menurut OJK akan selesai pada triwulan pertama I 2026 ini. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengakui soal rencana masuknya Danantara. 

“Kami bisa sampaikan juga kami memahami dalam diskusi dengan pemerintah bahwa pemerintah akan menerbitkan peraturan terkait demutualisasi bursa dalam kuartal pertama tahun ini,” ucap Mahendra di Gedung BEI, Jakarta, kamis (29/1).  

Sebelumnya, pemerintah dan otoritas pasar modal menargetkan proses pemisahan keanggotaan dan kepemilikan bursa dapat mulai berjalan pada semester pertama 2026.  Langkah ini dinilai sebagai bagian dari reformasi tata kelola pasar modal nasional agar lebih modern, transparan, dan berdaya saing global.  

Sementara itu Rosan mengatakan Danantara menyambut positif langkah pemerintah dalam mendorong percepatan demutualisasi BEI sebagai bagian dari transformasi struktural pasar modal nasional. Adapun intervensi negara melalui Danantara ke pasar modal dipandang sebagai upaya penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memperdalam pasar modal Indonesia.

Dalam konteks tersebut, menurut Rosan Danantara memandang percepatan demutualisasi sebagai langkah yang selaras dengan praktik internasional dalam memperkuat infrastruktur pasar keuangan. Upaya ini dinilai dapat membantu menciptakan struktur pasar yang lebih sehat, mengurangi potensi benturan kepentingan, serta meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap sistem dan institusi pasar modal Indonesia.

“Danantara dan pihak lainnya memiliki kepentingan besar karena hampir 30% kapitalisasi pasar Bursa Efek berasal dari BUMN. Oleh karena itu, transparansi dan tata kelola yang baik harus terus dijunjung tinggi,” ujar Rosan. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan keterbukaan Danantara Indonesia terhadap proses demutualisasi yang tengah dipercepat pemerintah, sejalan dengan praktik internasional di berbagai yurisdiksi.

 “Dengan percepatan demutualisasi, Danantara Indonesia bersikap terbuka sebagaimana praktik di berbagai negara di mana sovereign wealth fund menjadi bagian dari bursa," ujar Rosan. 

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan pasar modal Indonesia. Rosan memandang seluruh inisiatif penguatan pasar modal ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun fondasi pasar yang lebih kredibel, inklusif, dan berkelanjutan.

“Langkah ini dipandang sangat positif untuk memperdalam pasar, meningkatkan transparansi, dan memperkuat Bursa Efek Indonesia ke depan," ujar Rosan. 

Danantara Indonesia  Penguatan tata kelola dan struktur pasar dinilai penting untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat, meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, serta memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi
perekonomian nasional. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...