Profil Jeffrey Hendrik, Calon Kuat Bos Bursa Gantikan Iman Rachman?
Sosok Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, tengah ramai disorot. Itu karena dia disebut-sebut menjadi pejabat sementara (pjs) direktur utama BEI, menggantikan Iman Rachman, yang mundur pada Jumat (30/1).
Adapun alasan Iman melepaskan jabatan tertinggi di BEI itu sebagai bentuk tanggung jawabnya atas dinamika yang terjadi di bursa dalam beberapa hari terakhir. Menurut dia, langkah tersebut diambil demi kepentingan terbaik bagi pasar modal Indonesia.
“Sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dalam dua hari terakhir, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama BEI, kata Iman di ruang wartawan BEI, Jumat lalu.
Sementara itu, nama Jeffrey semakin kuat diyakini pasar menjadi pengganti Iman karena pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam agenda jumpa media di Jakarta, Sabtu (31/1), Purbaya membenarkan pertanyaan awak media bahwa Jeffrey adalah pejabat sementara dirut BEI.
“Iya,” kata Purbaya menjawab pertanyaan wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1).
Purbaya menyatakan, penunjukan Jeffrey sebagai pjs dirut BEI dilakukan melalui mekanisme internal perseroan, tanpa ikut campur pemerintah.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik mengatakan pejabat sementara direktur utama Bursa Efek Indonesia semestinya sudah diumumkan sebelum pembukaan perdagangan saham pada Senin 2 Februari 2026.
“Ya (sudah ada),” kata Jeffrey di Wisma Danantara, Sabtu (31/1).
Namun hingga pukul 11.30 WIB, manajemen bursa belum mengumumkan siapa yang mengisi kursi kosong di pucuk jabatan BEI.
Lantas bagaimana profil Jeffrey Hendrik?
Profil Jeffrey Hendrik
Mengutip laman resmi BEI, Jeffrey Hendrik diangkat sebagai direktur pengembangan usaha Bursa Efek Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 29 Juni 2022.
Ia mengawali kariernya di PT Zone Pratama pada 1994–1996. Selanjutnya, ia berkiprah di bidang corporate finance di PT Transpacific Securindo pada 1996–1999. Jeffrey kemudian menjabat sebagai direktur utama PT Phintraco Sekuritas selama periode 1999–2022.
Selain itu, Jeffrey pernah menjadi anggota Komite Perdagangan Efek dan Penyelesaian Transaksi Bursa Efek Indonesia pada 2019–2020. Ia juga tercatat sebagai pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) di Departemen Perdagangan Efek pada 2020–2022, serta menjadi anggota Satuan Tugas Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021.
Jeffrey meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1995.
Kata Jeffrey soal Pasar Modal Indonesia ke Depan
Dalam kesempatan yang sama dengan Purbaya di Wisma Danantara, Jeffrey menjelaskan, menindaklanjuti pengunduran diri Iman, mekanisme internal di BEI telah dijalankan melalui rapat direksi untuk menunjuk pejabat sementara direktur utama, dan keputusan tersebut telah disetujui oleh Dewan Komisaris.
Ia memastikan operasional Bursa Efek Indonesia tetap berjalan normal, termasuk proses pengambilan keputusan manajemen yang tidak akan terganggu.
“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” kata Jeffrey.
Jeffrey menambahkan, BEI terus meningkatkan transparansi dan tata kelola serta mencermati perkembangan terbaru di pasar global. BEI juga telah berkomunikasi dengan sejumlah penyedia indeks global untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang diharapkan investor.
Ia pun mengapresiasi dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk memastikan perdagangan di BEI tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.
