Danantara Aktif Beli Saham untuk Dorong IHSG, Bidik Emiten dengan 4 Kriteria

Karunia Putri
2 Februari 2026, 20:47
danantara, ihsg,
Katadata/Fauza Syahputra
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menjawab pertanyaan wartawan usai menyampaikan keterangan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara aktif membeli saham-saham berfundamental kuat dan valuasi yang dinilai menarik. Hal ini sebagai upaya memberikan sinyal kepercayaan kepada pasar modal di tengah dinamika pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.

Danantara terus melakukan pembelian saham secara selektif, dengan fokus pada emiten yang memiliki arus kas sehat, fundamental yang solid, serta tingkat likuiditas yang memadai.

“Danantara sudah aktif di pasar hari ini,” Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir di BEI, Jakarta, Senin (2/2).

Emiten yang dibidik setidaknya memiliki empat kriteria yakni valuasi menarik, serta mempunyai arus kas alias cash flow, fundamental, dan likuiditas yang baik.

Saat ditanya mengenai besaran dana yang dialokasikan maupun sektor saham yang dibeli, Pandu enggan mengungkapkan detailnya.

Meski IHSG pada Senin (2/2) tercatat mengalami koreksi, Pandu menilai masih ada sinyal positif di pasar, terutama pada saham-saham berfundamental kuat yang mencatatkan aksi net buy.

Menurutnya, pergerakan IHSG yang berada di zona merah dalam jangka pendek perlu disikapi secara proporsional, mengingat kondisi fundamental emiten dan valuasi saham dinilai masih relatif terjaga, khususnya untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

“Kami melihat saham-saham di Indonesia menarik, karena ekonominya bagus. Saya merasa valuasinya juga sangat menarik,” kata dia.

Pandu juga mencatat bahwa tekanan yang terjadi di pasar saham pada hari ini (2/2), tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga terjadi secara lebih luas di kawasan Asia. Selain itu, tekanan pada harga komoditas turut memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Danantara Investasi di BEI Gandeng Manajer Investasi

Danantara tengah menyiapkan langkah ekspansi investasi di pasar saham domestik dengan menggandeng manajer investasi. Melalui skema ini, SWF itu ditargetkan mulai aktif bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam enam bulan ke depan. 

Pandu menyebut, keterlibatan manajer investasi menjadi bagian penting untuk memastikan pengelolaan dana berjalan profesional dan akuntabel. Selain itu, kehadiran Danantara di pasar diharapkan mampu menciptakan efek penarik (crowding in) bagi investor lain, khususnya investor institusional.

"Tidak langsung, karena kami ingin crowd in para pemain yang ada," kata dia di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2).

Pandu menjelaskan, seleksi saham yang akan masuk portofolio dilakukan dengan standar yang sangat ketat. Danantara hanya akan mempertimbangkan saham-saham dengan likuiditas tinggi, fondasi bisnis yang kuat, serta fundamental keuangan yang solid.

Di luar itu, prospek pertumbuhan dan kekuatan arus kas menjadi prasyarat utama sebelum keputusan investasi diambil. Menurutnya, dua faktor tersebut krusial untuk menjaga kualitas investasi dalam jangka panjang, terutama di tengah dinamika pasar.

Sejak akhir Desember 2025, Danantara telah mulai menanamkan dana secara berkala di pasar. Ke depan, intensitas investasi tersebut akan ditingkatkan secara signifikan, dengan rencana akselerasi dimulai pada pekan depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri, Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...