Asing Net Buy Rp 944 M saat IHSG Jeblok di Bawah 8.000, Borong BMRI dan BUMI
Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih atau net buy mencapai Rp 944 miliar pada perdagangan Jumat (6/2) saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun di bawah level 8.000. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BUMI) paling banyak diborong.
Berdasarkan data Stockbit, investor asing mencatatkan transaksi beli bersih di BMRI mencapai Rp 679,9 miliar dan BUMI sebesar Rp 171,48 miliar. Harga saham BMRI tak bergerak di level Rp 5.050, sedangkan BUMI anjlok 5,83% ke level Rp 226.
IHSG pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (6/2), anjlok hingga 2,08% ke level Rp 7.935. Saham BMRI dan BUMI juga terpantau menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai transaksi masing-masing mencapai Rp 1,48 triliun dan Rp 1,39 triliun.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga ramai diperdagangkan dengan nilai transaksi masing-masing Rp 1,35 triliun dan Rp 1,06 triliun. Namun, kedua saham ini terpantau paling banyak dilepas investor asing.
Investor asing mencatatkan transaksi saham BBRI mencapai Rp 213,55 miliar, sedangkan di BBCA mencapai Rp 109,14 miliar. Harga saham BBCA turun 1,6% ke level Rp 7.675, sedangkan BBRI turun 1,82% ke level Rp 3.780 di akhir pekan ini.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat, transaksi di pasar saham pada Jumat (6/2) masih didominasi oleh investor lokal dengan porsi mencapai 60% dari total transaksi. Investor asing mencatatkan transaksi beli sebesar Rp 8,34 triliun, sedangkan transaksi jual sebesar Rp 7,39 triliun.
Berikut 10 saham yang paling banyak diborong investor asing pada Jumat (6/2).:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 679,9 miliar
- PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BUMI) Rp 171,48 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 157,6 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 66,07 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) Rp 58,05 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 56,17 miliar
- PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) Rp 40,14 miliar
- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 33,95 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 33,45 miliar
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 33,22 miliar
