Wall Street Semringah Terkerek Lonjakan Saham Produsen Chip

Karunia Putri
9 Februari 2026, 06:22
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup semringah pada perdagangan Jumat (6/2), didorong lonjakan saham produsen chip seiring kembali menguatnya sentimen terhadap kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, saham Amazon justru melemah setelah perusahaan memproyeksikan lonjakan belanja infrastruktur AI tahun ini.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, indeks S&P 500 naik 1,97% ke level 6.932,30. Nasdaq Composite tumbuh 2,18% menjadi 23.031,21, sementara Dow Jones Industrial Average melonjak 2,47% ke 50.115,67 dan mencatatkan penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Secara mingguan, Dow Jones mencatatkan kenaikan 2,5%. Adapun S&P 500 turun tipis 0,1% dan Nasdaq turun 1,9%. 

Mayoritas sektor di S&P 500 mencatatkan kenaikan. Sebanyak sembilan dari 11 sektor menguat, dipimpin sektor teknologi informasi yang naik 4,1%, disusul sektor industri yang menguat 2,84%. Indeks sektor energi, industri, dan barang konsumsi primer S&P 500 masing-masing juga mencetak rekor tertinggi.

Penguatan pasar pada Jumat lalu ditopang reli saham-saham teknologi. Saham Nvidia melonjak 7,8%, Advanced Micro Devices melesat 8,3%, dan Broadcom meloncat 7,1%. Sebaliknya, saham Amazon anjlok 5,6% setelah perusahaan berencana meningkatkan belanja modal lebih dari 50% pada tahun ini. Langkah tersebut dinilai akan memperketat persaingan di industri AI, menyusul pengumuman serupa dari Alphabet sebelumnya.

Reli S&P 500 dan Nasdaq terjadi setelah pasar melemah selama tiga hari berturut-turut akibat kekhawatiran terhadap valuasi saham berbasis AI. Sejumlah saham perangkat lunak tertekan kekhawatiran meningkatnya persaingan dan potensi penurunan margin keuntungan di tengah masifnya adopsi AI.

“Perdagangan memang sempat sangat volatil dan terjadi aksi jual. Namun, sudah cukup banyak bukti bahwa terdapat permintaan nyata terhadap produk AI, potensi besar dari teknologi ini, serta kebutuhan belanja yang besar untuk mewujudkannya,” ujar analis strategi investasi Baird Ross Mayfield dikutip dari Reuters, Senin (9/2).

Sepanjang pekan lalu, Dow Jones mengungguli S&P 500 dan Nasdaq. Kondisi ini mencerminkan diversifikasi investor yang mulai mengalihkan dana dari saham teknologi ke saham-saham non-teknologi yang sebelumnya tertinggal dari reli besar Wall Street. Sejalan dengan tren tersebut, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 juga menguat.

Lebih dari separuh perusahaan anggota S&P 500 telah merilis laporan keuangan kuartalan. Sekitar 80% di antaranya mencatatkan laba di atas ekspektasi analis, berdasarkan data LSEG. Angka ini jauh di atas rata-rata historis tingkat kejutan positif sekitar 67%.

Jumlah saham yang menguat di S&P 500 melampaui saham yang melemah dengan rasio 4:1. S&P 500 mencatat 88 saham mencetak rekor tertinggi baru dan 13 saham terendah baru. Adapun Nasdaq mencatat 214 rekor tertinggi baru dan 181 saham mencetak rekor terendah baru.

Volume perdagangan di bursa Amerika Serikat relatif stabil, dengan 20,1 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 20,5 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...